PDM DEPOK, Pulo – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PRM) dan Aisyiyah (PCA) Depok Barat resmi dikukuhkan dan dilantik, Ahad (31/12/2023). Pengukuhan ini juga diisi dengan pengajian yang menghadirkan narasumber Dr. Naufal Ramadian, Wakil Rektor III UMBARA (Universitas Muhammadiyah Bogor Raya) Bogor dan anggota PDM Leuwiliang.

Dalam penyampaiannya, Naufal berpesan agar dakwah Muhammadiyah selalu menggembirakan seraya mengutip kisah keteguhan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. “Kata Nabi SAW: Andaikan matahari diletakkan di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku agar aku meletakkan urusan besar ini, maka tidak akan aku lepaskan atau aku akan hancur karenanya,” ujarnya.

Dia menegaskan, dakwah Muhammadiyah memerlukan pengorbanan. Ia memanggil semua anggota Muhammadiyah sabar menjalani tugas dakwah dengan segala cobaan dan ujian. “Dakwah itu memang berat, akan tetapi orang tidak akan bisa masuk surga sebelum ia diuji keimanannya, termasuk keteguhan iman di jalan dakwah,” katanya.

Secara khusus, dia menyebut keberhasilan pengaderan Muhammadiyah Ranting Cipayung di Cabang Depok Barat. “Itu karena Ketua PDM Bogor adalah kader Muhammadiyah Cipayung yang berada di Cabang Depok Barat,” ungkapnya.

Naufal menguatkan bahwa Muhammadiyah itu seperti gambaran dalam Alquran “innallaha yuhibbulazina yuqatiluna fi sabilihi soffan ka’annahum bunyanun marsus,” bahwa, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS As-Saff: 4). Karena itu, konsolidasi menjadi sangat penting dilakukan setiap saat oleh semua warga Persyarikatan.

Naufal mengingatkan agar warga Muhammadiyah harus menjadi manusia yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin. “Jangan sampai menjadi manusia yang hari ini sama saja dengan hari kemarin karena hanya akan menjadi orang yang merugi. Apalagi hari ini lebih buruk dari hari kemarin karena akan bernasib buruk sebagai manusia yang dilaknat,” ungkapnya.

Menurut Naufal tugas manusia di dunia hanya transit yang harus diisi dengan beribadah. Sepanjang transit di dunia, kata dia, manusia memegang amanah sebagai khalifah yang akan mempertanggungjawabkan kepemimpinan itu di hadapan Allah kelak.

Dia menjelaskan, tugas Muhammadiyah di muka bumi di antaranya sebagai gerakan dakwah dan gerakan tajdid. Sebagai gerakan tajdid, Muhammadiyah berusaha agar warga Persyarikatan memiliki kemurnian akidah dan ibadah agar tidak terjebak kepada perbuatan syirik.

“Jangan tanyakan apa yang bisa diberikan Muhammadiyah kepadamu. Tapi, tanyakan pada dirimu, apa yang sudah kamu berikan kepada Muhammadiyah,” ungkapnya mengakhiri ceramahnya.

PCM Depok Barat yang dilantik antara lain Ketua Yan Panani, Sekretaris Ahmad Isnaini, dan Bendahara Gugut Kuntari. Kemudian, Abdul Mutaqin, Irham Rosadi, Khairul Jamal, Solihin, Iwan Setiawan, Rahmat Heryadi, Mahmudin Sudin, Nengsan Maulana, Ahmad Tamami Husein, dan Zulhafiz sebagai anggota pimpinan yang membawahi majelis dan bagian.

Sementara PCA Depok Barat yang dilantik antara lain Ketua Mar’atus Sholihah, Ketua 1 Titin Suprihatin, Ketua 2 Widayati, Sekretaris 1 Badariah, Sekretaris Nurlaelah, Bendahara 1 Erni Nurmayanti, Bendahara 2 Marlenawati. Kemudian Yeni kamayanti, Sumyati, Mardina, Yusrina, Jakiah, dan Muhana sebagai anggota pimpinan yang membawahi bagian-bagian.

Pengukuhan dan pelantikan ini dibarengi dengan pelantikan Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah (PRM-PRA) se-Cabang Depok Barat. PRM dan PRA yang dilantik, yaitu PRM dan Aisyiyah PRA Pulo, PRM dan PRA Rawadenok, PRM dan PRA Parung Bingung, PRM dan PRA Cipayung, PRM Jemblongan, PRM Cipayung Jaya, dan PRM Pondok Terong.

Lima Prioritas

Dalam kesempatan itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok H. Ali Wartadinata menjelaskan lima poin prioritas pascapelantikan dalam momen tersebut. Pertama, pimpinan segera bergerak melaksanakan agenda persyarikatan. Untuk bergerak maju, anggota Muhammadiyah perlu melembutkan hati, mengokohkan, dan memperbaiki hubungan antar anggota pimpinan dalam rangka memperkuat ukhuwwah Islamiyah.

Kedua, Ali melanjutkan, pimpinan harus bangga ber-Muhammadiyah dan ber-Aisyiyah. Kerbanggaan akan membawa trust (kepercayaan) kepada Muhammadiyah dan Aisyiyah itu sendiri.

“Ketiga, konsolidasi program dan gerakan, baik dengan Pimpinan Daerah, Cabang, dan Ranting. Konsolidasi program juga perlu dilakukan kepada pemerintah. Muhammadiyah perlu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah. Muhammadiyah sudah banyak melakukan amal usaha yang mendukung program-program pemerintah,” ungkapnya.

Keempat, memperluas jamaah melalui masjid. Napas dan branding Muhammadiyah adalah masjid. Karena itu, Muhammadiyah harus hadir di masjid. Para Pimpinan Muhammadiyah harus hadir di masjid dan berupaya agar masjid-masjid makmur dan memakmurkan.

Kelima, dia melanjutkan, membangun kepercayaan diri melalui program-program ekonomi. “Muhamadiyah harus membangun kekuatan ekonomi di Cabang dan ranting. Ekonomi harus menjadi pilar kekuatan dakwah Muhammadiyah dengan gerakan-gerakan ekonomi, sebab kekuatan ekonomi umat akan menunjang dakwah Muhammadiyah di masyarakat,” ujarnya. (am/sho)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini