FeaturedKeislamanPersyarikatan

Guru sebagai Kader, Sekolah sebagai Wadah: Kunci Kemajuan Pendidikan Muhammadiyah

PDMDEPOK.COM – Rangkaian kegiatan Baitul Arqam Tenaga Pendidik dan Kependidikan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukmajaya Cilodong (PCM SUCI) menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok, Ust. Ali Wartadinata, sebagai narasumber. Dalam sesi yang dimoderatori Ust. Nur Mukhowif, S.Ag., peserta diajak merefleksikan peran strategis guru dan tenaga kependidikan dalam lingkungan amal usaha pendidikan Muhammadiyah.

Dalam pemaparannya, Ust. Ali menekankan pentingnya kesadaran peran sebagai kader persyarikatan. “Apakah kita sudah menjadi kader, atau sekadar guru biasa? Jika hanya sebagai karyawan, maka tugas kita sebatas mengajar dan administrasi. Namun jika kita kader penggerak, maka kita berperan sebagai pelaku dakwah, agen perubahan, dan penghidup ruh ideologi di sekolah,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa guru Muhammadiyah tidak hanya bertugas mencerdaskan siswa secara akademik, tetapi juga membentuk kader masa depan. “Mengajar adalah profesi, tetapi mendidik adalah misi. Pertanyaannya, apa kontribusi nyata kita untuk Muhammadiyah hari ini?” ujarnya.

Ust. Ali juga memaparkan empat peran utama guru, yaitu sebagai Muallim, Mudarris, Murabbi, dan Muharrik. Untuk menjalankan peran tersebut, diperlukan empat kekuatan utama, yakni ideologi yang kokoh, profesionalitas keilmuan, keaktifan dalam organisasi, serta konsistensi dalam berdakwah.

Ia turut mengingatkan tantangan yang dihadapi pendidikan Muhammadiyah saat ini, seperti pragmatisme kerja, pengaruh sekularisasi, serta melemahnya pemahaman ideologi. Oleh karena itu, sekolah harus dipandang sebagai ruang kaderisasi yang hidup, bukan sekadar tempat belajar formal.

“Sekolah adalah ladang kader, bukan sekadar ruang kelas,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa proses kaderisasi dibangun melalui program yang terstruktur, integrasi nilai dalam kurikulum, keteladanan guru, serta budaya sekolah yang Islami dan berkemajuan.

Menurutnya, tenaga kependidikan juga memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan tersebut. “Tendik adalah garda terdepan layanan dan penjaga budaya sekolah. Sikap dan pelayanan mereka merupakan bagian dari dakwah,” jelasnya.

Di akhir sesi, Ust. Ali menegaskan bahwa kemajuan sekolah Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. “Tidak ada sekolah hebat tanpa guru dan tenaga kependidikan yang hebat. Kehebatan itu lahir dari perjuangan nyata dalam mendidik, berinteraksi, dan memberi manfaat,” pungkasnya.

Ia menutup dengan penegasan bahwa kemajuan sekolah bukan ditentukan oleh kemegahan fisik, melainkan oleh semangat perjuangan para pendidiknya.

“Jika kita aktif dan berjuang, maka sekolah akan berkembang, kepercayaan masyarakat meningkat, dan kader-kader tangguh akan lahir untuk berkhidmat bagi agama, nusa, dan bangsa,” tandasnya.

Pasang Iklan-Mu di Sini (In Content)

Related Articles

Back to top button