Amal Usaha Muhammadiyah

Ketua PCPM Sukmajaya–Cilodong Raih Hibah Kemendiktisaintek, Dorong Riset AI untuk Layanan Publik DKI Jakarta

PDM DEPOK — Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Sukmajaya–Cilodong, Muhammad Ridha, meraih hibah pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk penelitian pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada aplikasi layanan publik milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, JAKI.

Hibah tersebut merupakan bagian dari program pendanaan riset Kemendiktisaintek yang ditujukan bagi akademisi dengan dedikasi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program ini sekaligus mendorong transformasi digital berbasis riset di sektor pelayanan publik.

Muhammad Ridha menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pendanaan ini. Penelitian ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya dalam merespons keluhan masyarakat,” ujarnya.

Penelitian ini akan difokuskan pada integrasi teknologi AI dalam sistem pengaduan masyarakat di aplikasi JAKI yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengembangan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses identifikasi, klasifikasi, hingga respons terhadap laporan warga secara lebih akurat dan real-time.

Lebih jauh, hasil penelitian ditargetkan tidak berhenti pada kajian akademik semata, melainkan dikembangkan menjadi produk teknologi berbasis AI yang dapat diimplementasikan secara luas. Inovasi ini diharapkan menjadi prototipe sistem pengaduan masyarakat yang bisa direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Menariknya, capaian hibah riset ini juga dipandang sebagai representasi konkret dari visi “Pemuda Negarawan” yang digagas oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Visi tersebut menekankan pentingnya kader muda yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, kemandirian, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Dalam konteks itu, langkah penelitian berbasis AI yang diinisiasi Ridha mencerminkan integrasi antara keilmuan, inovasi teknologi, dan keberpihakan pada kepentingan publik. Upaya ini dinilai sejalan dengan semangat Pemuda Muhammadiyah dalam melahirkan generasi pemimpin muda yang mampu menjawab tantangan zaman melalui pendekatan ilmiah dan solusi konkret.

“Semangat meraih hibah ini bukan semata pencapaian individu, tetapi bagian dari ikhtiar kolektif untuk mewujudkan pemuda negarawan—yang berilmu, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Ridha.

Langkah tersebut mempertegas peran strategis kalangan pemuda, khususnya dalam ekosistem Muhammadiyah, sebagai motor penggerak inovasi sosial berbasis riset. Di tengah arus digitalisasi, kehadiran solusi teknologi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat menjadi kunci dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pasang Iklan-Mu di Sini (In Content)

Related Articles

Back to top button