PCM SUCI Gelar Baitul Arqam Sekolah Perkuat Ruh Perjuangan Guru Muhammadiyah
PDMDEPOK.COM – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukmajaya Cilodong (PCM SUCI) sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam (BA) bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan Sekolah Muhammadiyah se-kecamatan Sukmajaya Cilodong. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 24-25 April 2026 ini diikuti tenaga pendidik dan kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan.
Ketua PCM SUCI, M Raihan Febriansyah, M.Si., dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya mengingatkan kembali seluruh guru tentang hakikat berMuhammadiyah serta visi pendidikan yang telah dirintis oleh pendiri persyarikatan, Kyai H Ahmad Dahlan, sejak 113 tahun silam.
“Baitul Arqam ini sangat penting diikuti oleh para guru dan tenaga kependidikanagar kita semua kembali memaknai alasan dan dasar perjuangan Muhammadiyah melalui lembaga pendidikan. Jangan sampai kita hanya sekadar menjadi karyawan, tetapi harus mampu menjadi kader yang tidak hanya bergerak, tetapi juga mampu menggerakkan orang lain untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita persyarikatan,” tegas Raihan.
Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan sumber Daya Insan MPK SDI Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok, Ust Mahfan Khalilurrahman, M.A., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PCM SUCI atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Baitul Arqam bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian krusial dalam pembinaan ideologi dan penguatan ruh gerakan Muhammadiyah di lingkungan amal usaha pendidikan.
“Kita semua mengetahui bahwa guru memiliki empat kompetensi utama, yaitu pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Namun bagi kita yang mengabdi di Muhammadiyah, ada satu hal yang menjadi ruh dan pembeda, yaitu kompetensi ideologi Muhammadiyah,” jelas Mahfan.
Ia menambahkan bahwa kompetensi ideologi ini tidak hanya sebatas pengetahuan tentang sejarah atau simbol persyarikatan, tetapi bagaimana nilai-nilai Islam Berkemajuan benar-benar terinternalisasi dan terwujud dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak sehari-hari. Guru Muhammadiyah diharapkan menjadi teladan dalam akidah yang lurus, ibadah yang benar, akhlak yang mulia, serta memiliki semangat dakwah yang mencerahkan.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap Bapak dan Ibu guru tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mengalami penguatan spiritual dan ideologis. Jadikan momentum ini untuk memperbaiki niat, memperkuat komitmen, dan meningkatkan militansi dalam berkhidmat. Mari kita bangun sekolah Muhammadiyah yang unggul, tidak hanya dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter Islami dan ideologis. Karena sejatinya, guru Muhammadiyah adalah kader persyarikatan yang memikul amanah dakwah melalui dunia pendidikan,” tambahnya.
Acara pembukaan ditutup dengan prosesi penyerahan peserta secara simbolis. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua PCM SUCI, H Ramli, dan diterima oleh Master of Training kegiatan, Lia Fitriani, S.Pd.
Dengan terselenggaranya Baitul Arqam ini, diharapkan seluruh peserta dapat kembali mengabdi dengan semangat baru, serta mampu mewujudkan visi pendidikan Muhammadiyah yang melahirkan generasi cerdas, berakhlak mulia, dan berjiwa dakwah.



