Persyarikatan

Prodi Magister Manajemen dan Ilmu Komunikasi Uhamka Gelar PKM Internasional di Hiroshima Jepang

PDMDEPOK.COM – Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka) melalui tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kembali menorehkan kiprah internasional dengan menyelenggarakan PKM Internasional di The Islamic Cultural Center Hiroshima, Jepang, Jumat (22/8/2025).

Kegiatan yang digelar secara hybrid (offline dan online) ini mengusung tema “Meningkatkan keterampilan digital dan pemahaman budaya untuk memperkuat integrasi sosial ekspatriat Indonesia di Hiroshima-Jepang.”

Ketua Tim PKM Uhamka, Dr. Rd. Heri Solehudin, MM yang hadir langsung di Hiroshima menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam menjawab tantangan globalisasi.

“Jumlah ekspatriat Indonesia di Jepang terus meningkat. Mereka menghadapi tantangan bahasa, budaya, hingga keterampilan digital. PKM ini kami hadirkan agar warga Indonesia di Hiroshima dapat lebih siap beradaptasi, berdaya, dan berkontribusi positif di lingkungan sosial mereka,” ujar Dr. Heri.

Kegiatan ini juga dihadiri secara daring oleh anggota tim, Dr. Budi Permana Yusuf, MM dan Dra. Tellys Corliana, M.Hum., serta menghadirkan narasumber lintas kampus, yakni Dr. Erna Budiarti, M.Pd., dari Pascasarjana Universitas Panca Sakti Bekasi dan Rani Darmayanti, M.Pd., dari Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Jawa Timur.

Dukungan hangat datang dari komunitas Indonesia di Hiroshima. Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Hiroshima (PPIH), Duhaul Biqal Kautsar yang juga sebagai Mahasiswa S3 Hiroshima University menyebut kegiatan ini sangat relevan dalam era saat ini.

“Pelatihan ini bukan hanya membuka wawasan, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata ekspatriat Indonesia dalam menghadapi era digital dan interaksi lintas budaya di Jepang,” ungkap Kautsar.

Sementara itu, Ketua Keluarga Muslim Indonesia Hiroshima (KMIH), Bariq Ghazala yang juga Mahasiswa S3 Hiroshima University, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya PKM internasional ini.

“Kami merasa bangga dan terhormat karena PKM ini digelar di Hiroshima. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat solidaritas komunitas Muslim Indonesia, tetapi juga menegaskan bahwa perguruan tinggi di Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata di panggung global. Kehadiran tim PKM Uhamka bersama narasumber dari berbagai universitas menunjukkan bahwa sinergi akademisi Indonesia bisa langsung menyentuh kebutuhan nyata diaspora di luar negeri,” ungkap Bariq.

Diskusi dan pemaparan yang berlangsung interaktif menyoroti berbagai strategi integrasi sosial, mulai dari literasi digital, pemahaman norma budaya Jepang (tatemae-honne dan keigo), hingga pentingnya kolaborasi diaspora dengan universitas dan LSM lokal.

Dr. Heri Solehudin menutup sesi dengan penuh optimisme bahwa PKM internasional ini akan menjadi tonggak awal lahirnya program berkelanjutan bagi komunitas Indonesia di Jepang.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari ikhtiar nyata Uhamka untuk hadir bersama masyarakat di manapun mereka berada. Kami ingin memastikan ekspatriat Indonesia memiliki bekal keterampilan digital, pemahaman budaya, dan kepercayaan diri untuk berintegrasi dengan baik di Jepang. Dengan begitu, mereka tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga dapat berkontribusi positif di berbagai bidang,” tegasnya.

Dr. Heri menambahkan, Uhamka terbuka untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, baik komunitas diaspora, universitas lokal, maupun lembaga swadaya masyarakat di Jepang.

“Kami percaya bahwa pengabdian masyarakat harus lintas batas negara. Kolaborasi ini adalah investasi jangka panjang, karena di tangan para diaspora kita, nama baik bangsa Indonesia ikut dipertaruhkan dan ditinggikan. Itulah sebabnya, PKM ini harus kita jadikan gerakan yang berkelanjutan, bukan sekadar agenda tahunan,” pungkas Dr. Heri dengan semangat.

Related Articles

Back to top button