Persyarikatan

PCM Beji dan BEM Al-Furqon Selenggarakan Talkshow Mengupas Sejarah Muhammadiyah Kota Depok dan Peran Strategis KH. M. Usman Sebagai Perintisnya

BEJI, DEPOK – Sabtu, (28/2/2026) jamaah memadati Masjid Al-Furqon, Beji, sejak usai Salat Subuh. Mereka bukan hanya menunaikan ibadah, tetapi menyimak ilmu dalam konsep Talkshow Sejarah yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Beji berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Masjid (BEM) Al-Furqon.

Mengusung Tema “Sejarah Muhammadiyah Kota Depok dan Peran Strategis KH. M. Usman Sebagai Perintisnya”, diskusi ini menghadirkan dua narasumber kunci. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok, KH. Ali Wartadinata, menjadi pembicara pertama dengan materi mengenai sejarah masuk dan berkembangnya persyarikatan Muhammadiyah di wilayah yang dulu dikenal sebagai kawasan tanah partikelir tersebut.

“Kita ingin belajar dari masa lalu, dalam konteks kota Depok dan Muhammadiyah agar kita bisa meneguhkan perjuangan kita dan membangun masyarakat Islam di Kota Depok sebagaimana yang kita cita-citakan,” papar KH. Ali Wartadinata di hadapan para jamaah, tokoh masyarakat, pengurus cabang, ranting, serta jajaran Aisyiyah yang hadir.

Selain membahas secara umum gambaran sejarah Muhammadiyah kota depok, soorotan utama talkshow juga tertuju pada figur KH. M. Usman. DR. Muhsin MK, M.Sc, akademisi sekaligus peneliti sejarah lokal, mengupas peran strategis tokoh tersebut. Berdasarkan risetnya, ia menegaskan bahwa kontribusi KH. M. Usman dan tokoh-tokoh yang mendahulunya amatlah luar biasa.

“Sebelum KH. M. Usman merintis Muhammadiyah di Kukusan, ada tiga tokoh yang berpengaruh yang musti kita hargai dalam sejarah Muhammadiyah di Kukusan, pertama, H. Mustafa (pendiri masjid dan madrasah cikal bakal Muhammadiyah di Kukusan), kedua Mu’allim Syuaib (guru KH. M. Usman yang menanamkan nilai Kemuhammadiyahan yang kuat kepada KH. M. Usman, dan ketiga Mr. M Roem (pejuang kepentingan Muhammadiyah di Kukusan saat awal dirintis), ) ” ujar DR. Muhsin yang pemaparannya disimak dengan saksama oleh peserta.

Setelah selesai sesi pemaparan, dilanjutkan dengan suasana diskusi yang berlangsung dinamis. Antusiasme peserta terlihat dari interaktifnya sesi tanya jawab yang didominasi pertanyaan-pertanyaan kritis, mulai dari berbagi pesan KH. M. Usman, pertanyaan kritis tentang konten buku Biografi KH. M. Usman, dan pola dakwah Muhammadiyah era dahulu dan sekarang.

Memasuki waktu sekitar pukul 07.30 WIB, acara yang berlangsung kondusif dan penuh khidmat itu resmi ditutup dengan ramah tamah. Para jamaah terlihat masih asyik berbincang sebagai ajang silaturahmi dan bertukar pengalaman. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh elemen yang hadir mengabadikan momen kebersamaan dalam sesi foto bersama—sebuah dokumentasi historis yang diharapkan menjadi penguat jejak peradaban Muhammadiyah di Kota Depok.

Link Siaran Ulang Talkshow:
https://www.youtube.com/watch?v=ul3pC31S23A

Related Articles

Back to top button