PDM Depok – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok menggelar acara Pengajian Hari Bermuhammadiyah, Ahad (26/11/23). Acara ini digelar di Cabang Muhammadiyah Bojongsari di Perguruan Al Hasra, Bojongsari, Sawangan, Depok.

Pengajian ini merupakan serangkaian acara perayaan Milad ke-111 Muhammadiyah. Dalam kesempatan ini, PDM Kota Depok me-launching KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) Muhammadiyah Kota Depok.

Muhammad Ziyad, Ketua Lembaga Haji dan Umrah PP Muhammadiyah, hadir sebagai pembicara dan me-launching secara resmi KBIHU. Lima warga Persyarikatan mendapat voucher umrah yang disampaikan Ahmad Fihri, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Haji Umroh Muhammadiyah Kota Depok saat launching digelar.

Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Kota Depok sebagai lembaga penopang pembiayaan Haji dan Umrah, pun dibuka dan di-launching. Melalui Baitut Tamwil, merupakan layanan yang menawarkan kemudahan bagi warga persyarikatan dalam pengelolaan tabungan haji dan umrah.

Turut di-launching pula lembaga WakafMu. WakafMu hadir untuk mengurus wakaf-wakaf Muhammadiyah yang tersebar pada AUM di tiap Ranting dan Cabang. Lembaga ini juga menertibkan administrasi wakaf di lingkungan Persyarikatan.

Sebagai rangkaian perayaan, sebelumnya, PDM Kota Depok telah menyelenggarakan berbagai kegiatan. Dimulai dari Majelis Lingkungan Hidup yang telah menggelar Aksi Tanam Pohon untuk Kehidupan di bantaran kali Pesanggrahan. Kegiatan ini merupakan ikhtiar menyelamatkan semesta, motto yang diusung pada Milad kali ini.

Disusul, Lembaga Seni Budaya (LSB) yang menyelenggarakan kegiatan Pentas Puisi dan Lagu. Acara ini digandeng Malam Penggalangan Dana Solidaritas untuk Palestina. Acara ini digelar di Ranting Muhammadiyah Parung Bingung, pada Sabtu (25/10) dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp28 juta. Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu rakyat Palestina melalui Lazismu Kota Depok.

Selain beberapa peluncuran program di atas, pada Pengajian hari Bermuhammadiyah kali ini, PDM Kota Depok menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan Universitas Teknologi Muhammadiyah (UTM) Jakarta. Dikatakan Rektor UTM, kerja sama ini membuka peluang bagi kader-kader Muhammadiyah yang ingin melanjutkan studi Pascasarjana.

“Silakan bagi para Pimpinan, baik Pimpinan Cabang atau Pimpinan Ranting yang ingin melanjutkan studi. Ada beasiswa 50% bagi para pimpinan persyarikatan,” tegas Dr. Lela Nurlaela Wati, S.E. M.M. CRA. CRP, Rektor UTM Jakarta usai menandatangani MoU.

Ketua PDM Kota Depok Ali Wartadinata menyatakan sangat bergembira dengan geliat Muhammadiyah Kota Depok saat ini. Dalam kata sambutannya, Ali Wartadinata mengajak kepada warga persyarikatan untuk menghidupkan persyarikatan. Salah satunya dengan mendukung KBIHU Muhammadiyah dan menuntaskan pendirian Rumah Sakit Muhammadiyah.

Ali Wartadinata juga meyakinkan kepada jamaah bahwa KBIHU Muhammadiyah Kota Depok dibimbing oleh para pembimbing haji yang sudah bersertifikat. Disinggung Ali, pada penyelenggaraan Sertifikasi Pembimbing Haji (Mandiri) Angkatan VII Tahun 2023 yang digelar di Universitas Alauddin Makassar dan Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan peserta dari KBIHU Muhammadiyah Kota Depok, Ahmad Fihri meraih predikat sebagai peserta terbaik kedua.

Yang tidak kalah penting dari spirit Hari Bermuhammadiyah adalah menggairahkan Cabang dan Ranting, kata Ali Wartadinata. “Ranting itu penting. Cabang, harus berkembang. Masjid, makmur memakmurkan. Muhammadiyah dan Aisyiyah, selamat dunia akhirat,” tegas Ali Wartadinata dengan suaranya yang khas menutup kata sambutannya.

Muhammad Ziyad dalam ceramahnya ada mendeskripsikan perkembangan Muhammadiyah di luar negeri. Ziyad menyinggung pendidikan Muhammadiyah yang mendunia. Satu salah dari lembaga pendidikan yang dimaksud Ziyad yaitu  Muhammadiyah Australia College (MAC). MAC beroperasi sejak 21 Desember 2021 bertempat di 1-3 Killarney Drive, Melton, Australia. Dikabarkan Ziyad, baru dua tahun beroperasi, MAC sudah menorehkan prestasi. Empat siswa MAC berhasil meraih peringkat tiga pada kompetisi Think Science yang diikuti oleh siswa kelas tiga hingga sepuluh di seluruh Australia.

Penulis buku Anak Panah Sang Pencerah: Dakwah Merambah Daerah 3T ini juga menyinggung filosofi kelahiran Muhammadiyah. Dalam hitungan Hijriyah, Muhammadiyah didirikan pada tanggal istimewa, 8 Dzulhijjah 1330 H. Diuraikan Ziyad, 8 Dzulhijjah adalah hari tarwiyah. Pada hari ke-8 dari bulan Dzulhijjah ini, setelah berihram, jamaah calon haji menuju Mina untuk bermalam sebelum menuju Arafah untuk wukuf keesokan harinya.

Dahulu, ketika di Mina, para haji menyiapkan air sebagai bekal untuk berwukuf di Arafah. Menyiapkan air diistilahkan dengan yatarowwauna. Kata yatarowwauna seakar kata dengan kata tarwiyah. Jadi, tarwiyah bermakna kegiatan pengaliran air untuk minum hingga puas. “Ini berarti, Muhammadiyah hadir untuk melayani umat, seperti filosofi memberi minum. Muhammadiyah dengan lembaga pendidikannya seperti memberi air kehidupan,” tegas Ziyad. (AM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini