Syaikh Dr. Abdullah dari Ummul Qura Makkah Isi Kajian di Masjid Al-Tanwir-PCM Bojongsari

PDM DEPOK, BOJONGSARI – Senin malam Selasa, 18 Agustus 2025, Jamaah Masjid At-Tanwir Muhammadiyah Cabang Bojongsari Depok mendapat kunjungan istimewa dari Syaikh Dr. Abdullah Shalih Abdul Mu’iz Minkabu, Assoiate Professor Universitas Umm al-Quro Makkah, Arab Saudi.
Dalam kesempatan tersebut, pakar Fikih berdarah Minang itu menyampaikan tausiah Kajian Islam Ba’da Maghrib (KARIB) tentang empat karakteristik manusia yang sukses dan bahagia. Menyitir pendapat Imam al-Syafi’i, ia menyatakan, bahwa umat Islam perlu memahami surat al-‘Ashr dengan baik. Surat dan ayatnya pendek, tetapi diawali dengan huruf sumpah (wa).
“Ini artinya surat ini sangat agung. Allah bersumpah dengan waktu yang diciptakannya. Kaum muslimin harus bisa memahaminya dengan baik agar tidak gagal atau rugi dalam kehidupannya,” ujarnya.
Sebagaimana dijelaskan pada ayat kedua surat al-‘Ashr, sambung Syaikh Abdullah, semua manusia akan mengalami kegagalan dan kerugian kehidupan. Hal tersebut dapat dilihat dari semiotika kata al-insan (manusia).
“Al-Ta’rif pada kata insan mempunyai arti atau fungsi (li istighraq), yaitu mencakup seluruh manusia, kapanpun dan di manapun. Orang kaya, miskin, raja dan rakyat biasa masing-masing bisa menjadi manusia yang rugi,” tegasnya.
Oleh karena itu, agar umat Islam hidupnya tidak rugi atau gagal, maka ia harus mempunyai 4 (empat) karakteristik. Pertama, beriman kepada Allah dan rasul-Nya Nabi Muhammad SAW. “Syahadat kepada Allah dan rasul-Nya menjadi sifat pertama yang harus dimiliki oleh manusia yang beruntung,” tegasnya.
Untuk membuktikan keimanan seseorang, ia harus beramal saleh. Segala amal yang disyariatkan Allah adalah amal saleh. “Amal saleh adalah bukti keimanan seseorang pada Allah. Ini karakeristik yang kedua,”katanya.
Sesuai dengan urutan ayat al-‘Ashr, tambahnya, iman dan amal saleh pun tidak cukup. Seseorang tidak cukup dengan shalat, puasa dan ibadah-ibadah lainnya. Oleh karena itu agar tidak merugi yang Ketiga, seseorang harus melakukan interaksi sosial berupa saling mengajak (berdakwah) dalam kebenaran.
Dan yang keempat adalah saling mengajak kesabaran dalam melaksanakan ajaran- ajaran Islam.
“Kita harus sabar dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sabar dalam menghindari segala yang diharamkan, sabar kerja sama dalam kebaikan, dan lain- lainya,” imbuhnya.
Usai menyampaikan kajian, Syaikh Abdullah meninjau beberapa titik masjid dan tanah wakaf. Ia bersama Syaikh Dr. Osama Muhammad Gharebah dari Yayasan Salsabil yang telah membangunkan satu gedung dakwah Muhammadiyah Bojongsari untuk kegiatan Pendidikan Islam.
Karena itu pula, pada kesempatan tersebut ia mengajak sejumlah donator dari Timur Tengah secara live melalui saluran video call untuk merealisasikan rencana tersebut di tanah wakaf Masjid At-Tanwir.
Di akhir acara, Syaikh Abdullah dan Syaikh Osama menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jamaah Masjid At-Tanwir, karena telah memakmurkan masjid sebagaimana fungsinya. “Allah yubarik fikum,” asanya.



