Kaligrafi Nabi Muhammad SAW

PDM DEPOK – Oleh: Nur Fajri Romadhon*

Al-Qadhi ‘Iyadh (w. 544 H) dalam kitab Asy-Syifā bita’rīfi Ḥuqūqil Muṣṭafā mengatakan: “Ketahuilah, bahwa barang siapa yang mencintai sesuatu, niscaya akan lebih memprioritaskan sesuatu tersebut serta senang berkesesuaian dengannya. Jika tidak, maka ia tidak jujur dalam cintanya, ia hanya mengaku-aku cinta saja. Maka, orang yang jujur cintanya kepada Nabi Muḥammad SAW akan nampak pada dirinya beberapa tanda.” Kemudian beliau menyebutkan sebelas tanda kesungguhan cintanya seseorang kepada Sang Nabi SAW.

  1. Meneladan beliau
  2. Mengedepankan ajaran beliau daripada keinginan diri
  3. Rela dibenci manusia demi menjaga cinta Sang Nabi SAW
  4. Banyak menyebut nama Beliau dan bershalawat
  5. Rindu bertemu Beliau
  6. Khusyuk nan hormat ketika nama Sang Nabi SAW disebut
  7. Mencintai istri Sang Nabi SAW serta ahlul bait dan sahabat beliau
  8. Tidak suka jika melihat orang yang memusuhi Sang Nabi SAW atau menyelisihi ajaran Beliau
  9. Mencintai Al-Qur’an dan hadis
  10. Menyayangi sesama umat Beliau
  11. Tidak cinta berlebihan pada dunia dan ridha dengan pembagian rezeki dari Allah.

Sekarang, marilah kita sejenak merenung—terlebih setelah tepat berlalu 1498 tahun sejak kelahiran Baginda Nabi Muḥammad SAW, dari kesebelas tanda di atas sudah seberapa dalamkah cinta kita kepada Nabi Muḥammad SAW?

Seberapa sering kita bershalawat kepada beliau setiap harinya? Sementara Rasulullah SAW sendiri telah bersabda: “Orang yang paling berhak atas syafaat dariku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. At-Tirmiziyy).

Jangan-jangan ketika Nabi Muḥammad SAW bersabda: “Tunduklah pandangan kalian.” (HR. Aḥmad), kita malah gemar memandangi foto/video lawan jenis di internet dalam konteks negatif?

Kita mengaku cinta Beliau, tetapi malah sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak halal terlihat darinya kecuali ini dan ini (wajah dan telapak tangan).” (HR. Abu Dawud), mungkin sering dilanggar sebagian kita dengan keluar rumah atau meng-upload foto/video diri di internet tanpa jilbab.

Ketika Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk menanam tanaman, tidak mengotori jalanan, menghemat air, mendidik anak untuk shalat, hadir shalat berjamaah di masjid, menghadiri majelis taklim, membaca Al-Qur’an, tidak percaya ramalan zodiak, tidak berkonsultasi ke paranormal, dan seterusnya, sudahkah kita membuktikan cinta kita dengan mematuhi bimbingan Beliau SAW? Semoga.

12 Rabii’ul Awwal 1445 H

*Nur Fajri Romadhon merupakan Ketua Majelis Tarjih & Tajdid Muhammadiyah Kota Depok

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini