KeislamanPersyarikatanSeputar Depok

Ketua LPCRPM PDM Kota Depok Jadi Khatib Idulfitri 1447 H, Ajak Jamaah Menuju Kehidupan Hakiki

PDMDEPOK.COM – Pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Al-Birru Cinangka berlangsung khidmat, penuh kekhusyukan dan kebersamaan. Ratusan jamaah memadati area halaman masjid sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah sekaligus merayakan hari kemenangan setelah menjalani Ramadan.

Suasana takbir yang menggema menambah nuansa religius dalam pelaksanaan salat. Jamaah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh kekhidmatan.

Dalam khutbah Idulfitri, Ustaz Achmad Fachrudin, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PDM Kota Depok, mengangkat tema “Menuju Kehidupan yang Hakiki”. Ia menegaskan bahwa Idulfitri harus dimaknai sebagai momentum refleksi diri dan peningkatan kualitas keimanan.

“Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi titik awal untuk memperbaiki diri dan menata kehidupan menuju ridha Allah,” ungkap Fachrudin dalam khutbahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah SWT, sehingga setiap aspek kehidupan seharusnya diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.

Dalam penyampaiannya, Fachrudin juga memberikan ilustrasi tentang kehidupan manusia yang diibaratkan seperti seorang penyelam yang diberi waktu terbatas untuk mengumpulkan mutiara. Namun karena terpesona oleh keindahan bawah laut, ia justru lalai hingga waktu habis tanpa hasil maksimal.

“Seringkali manusia terlena oleh gemerlap dunia, hingga lupa bahwa waktu yang dimiliki terbatas untuk mengumpulkan amal sebagai bekal akhirat,” jelasnya.

Khutbah tersebut juga menyoroti berbagai fenomena sosial yang dinilai sebagai tantangan umat di era modern, di antaranya menurunnya akhlak, meningkatnya gaya hidup materialistis, maraknya penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, meluasnya praktik riba, serta bergesernya fungsi masjid dari pusat ibadah.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga keimanan dan memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.

“Kita harus tetap istiqamah dalam kebaikan dan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak dan spiritual umat,” tegasnya.

Khutbah ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan umat, keberkahan hidup, serta harapan agar seluruh amal ibadah selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT.

Momentum Idulfitri 1447 Hijriah ini diharapkan menjadi titik awal bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga konsistensi dalam beribadah, serta memperbanyak amal shaleh sebagai bekal menuju kehidupan yang hakiki.

Pasang Iklan-Mu di Sini (In Content)

Related Articles

Back to top button