Esai/OpiniKeislamanPersyarikatanTokoh

Refleksi Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H: Meneladani Semangat Nyai Siti Walidah

Penulis: Winda Agus Wulandari, S.Pd, M.H

Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka kalender, melainkan momen muhasabah, hijrah, dan tekad baru persis seperti semangat yang dihidupkan oleh Nyai Siti Walidah, Ibu Muhammadiyah dan pendiri Aisyiyah.

Bagi kita, khususnya kaum perempuan, jejak perjuangan beliau menjadi cermin yang sangat jelas di awal 1 Muharram 1448 H.

Hijrah bukan berjalan sendirian, melainkan saling menguatkan Nyai Walidah mendampingi sekaligus memantik semangat KH Ahmad Dahlan, bukan sekadar mengikuti, melainkan menjadi mitra yang saling mengingatkan kebaikan. Di tahun baru ini, mari kita perbaiki hubungan dalam keluarga dan lingkungan, jadilah pendamping yang saling menguatkan dalam iman, bukan sekadar penurut pasif. Semangat hijrah Rasulullah SAW dan perjuangan Nyai Walidah mengajarkan bahwa perubahan besar tumbuh dari kebersamaan yang lurus.

Ilmu dan dakwah adalah tugas perempuan juga.Beliau membuktikan rumus sederhana namun kuat berilmu, mengajar, menggerakkan orang lain maju. Melalui pendirian sekolah putri dan organisasi Aisyiyah, beliau membuka jalan agar perempuan tidak tertinggal dalam kebodohan. Di Muharram 1448 H ini, mari kita tekadkan, memperdalam ilmu agama maupun umum, membagikan pengetahuan yang dimiliki, dan membantu teman atau saudari yang masih tertinggal. Ilmu adalah bekal utama hijrah yang abadi.

Tetap teguh pada prinsip meski menghadapi tantangan. Seperti hijrah dari Mekah ke Madinah yang penuh ujian, begitu pula ketabahan Nyai Walidah saat menghadapi penolakan maupun rintangan. Pesannya jelas, tetap berpegang pada kebenaran dan ridha Allah, jangan mundur karena kesulitan. Bulan Muharram mengajarkan kita berani berubah, sabar, dan konsisten meski jalan belum mudah.

Amal nyata dan keberlanjutan perjuangan lebih penting sekadar kata‑kata. Niat saja belum cukup harus dibuktikan melalui tindakan, mendirikan sekolah, melaksanakan bantuan sosial, menjaga silaturahmi, dan melanjutkan gerakan kebaikan hingga akhir hayatnya. Di tahun baru ini, tetapkan sasaran kecil tapi terus berlanjut, misalnya, memperbanyak sedekah, mengunjungi saudara, atau mengajarkan hal bermanfaat. Seperti Nyai Walidah, jadikan kebaikan berkelanjutan, bukan hanya sesaat.

Identitas muslimah sejati taat, cerdas, dan bermanfaat. Kecantikan dan keutamaan perempuan tidak hanya tampak dari penampilan, melainkan gabungan hati yang bersih, akhlak yang mulia, serta karya yang berguna bagi umat. Nyai Walidah adalah bukti nyata bahwa muslimah yang taat sekaligus berilmu akan menjadi kekuatan besar bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Refleksi Tahun Baru Islam 1448 H. Mari kita awali Muharram ini dengan semangat Nyai Siti Walidah. berilmu, berhijrah dari kebiasaan tidak baik ke yang lebih baik, berjuang dengan ikhlas, dan selalu hadir bermanfaat bagi sekitar kita. Semangat hijrah dan keteladanan beliau menjadi energi kita sepanjang tahun ini dalam menjalan kan dakwah di zaman digitalisasi saat ini.

Pasang Iklan-Mu di Sini (In Content)

Related Articles

Back to top button