EventPersyarikatan

HADAPI KRISIS SAMPAH DAN POLUSI, PD IPM KOTA DEPOK GELAR GERAKAN NYATA “GREEN THE NATION, SAVE THE GENERATION”

DEPOK, 7 Juni 2026 – Merespons kondisi darurat lingkungan yang kian mengkhawatirkan di Kota Depok, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Depok sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk Semarak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Mengusung tema “Green the Nation, Save the Generation”, puncak kegiatan dilaksanakan pada Minggu (7/6/2026) di SMA Muhammadiyah 4 Depok dan Kebun Konservasi Pesanggrahan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok, serta diikuti oleh lebih dari 100 pelajar Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Kota Depok.

Kegiatan ini lahir dari keresahan generasi muda terhadap berbagai persoalan lingkungan yang semakin nyata di Kota Depok. Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang telah mengalami kelebihan kapasitas, persoalan banjir yang berulang, pencemaran sungai akibat sampah, hingga kualitas udara yang terus menurun menjadi latar belakang utama penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup PD IPM Kota Depok, Hana Fitriani, menegaskan bahwa pelajar tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah ancaman krisis ekologis yang mengintai masa depan mereka.
“Melalui agenda ini, kami ingin mengubah keresahan pelajar Depok terhadap isu-isu kritis seperti darurat sampah di TPA Cipayung dan polusi udara menjadi gerakan yang nyata dan berdampak. Kami berharap kompetisi video dan aksi nyata ini mampu memantik kesadaran kolektif generasi muda untuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitar mereka. Langkah kecil hari ini adalah investasi bagi keselamatan generasi masa depan,” ujarnya.

Sebagai langkah awal membangun kepekaan publik, PD IPM Kota Depok menggelar Green Action Video Competition. Pendaftaran dibuka pada 15–25 Mei 2026 dan dilanjutkan dengan proses eksplorasi isu serta produksi karya hingga 4 Juni 2026. Seluruh video kemudian dipublikasikan secara serentak pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kompetisi tersebut dirancang untuk mendorong pelajar lebih peka terhadap persoalan lingkungan di sekitar mereka sekaligus menghadirkan gagasan solusi melalui media kreatif yang dekat dengan generasi muda.

Pada acara puncak, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok, H. Ali Wartadinata, memberikan sambutan pembukaan. Ia menyampaikan apresiasi atas perkembangan gerakan lingkungan hidup di kalangan pelajar Muhammadiyah.
“Ini merupakan sebuah perubahan dan perkembangan yang sangat baik dari Bidang Lingkungan Hidup, mengingat bidang ini merupakan bidang yang relatif baru di IPM. Keberhasilan berkolaborasi dengan Majelis Lingkungan Hidup menjadi langkah yang strategis dan menunjukkan perkembangan yang luar biasa dari Bidang Lingkungan Hidup IPM,” tuturnya.

Selanjutnya, Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PDM Kota Depok, Sofyan Hakim, menyampaikan keynote speech bertema “Peran Generasi Muda dalam Menghadapi Krisis Iklim dan Pencemaran Lingkungan”. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Menurutnya, krisis iklim dan pencemaran lingkungan merupakan persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda sebagai pemimpin masa depan.

Pembahasan tersebut kemudian diperdalam melalui sesi Green Talks yang menghadirkan Kholida Annisa, Direktur MY Green Leaders sekaligus Ketua Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat (PP) IPM periode 2021–2023. Dalam sesi bertajuk “Peran Generasi Muda dalam Menghadapi Krisis Iklim dan Pencemaran Lingkungan melalui Kampanye Digital”, Kholida mengajak peserta memahami bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk menyuarakan isu lingkungan melalui media digital.
Pada sesi interaktif tersebut, Kholida menggunakan metode Story of Self dan Story of Us. Peserta diminta mencari gambar yang menggambarkan kerusakan lingkungan, baik melalui media sosial, mesin pencari internet, maupun dokumentasi dari lingkungan sekitar mereka. Selanjutnya, peserta saling berbagi cerita dan pengalaman terkait gambar yang dipilih kepada teman yang duduk satu meja.

Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak menghubungkan persoalan lingkungan dengan pengalaman pribadi sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai dampak krisis lingkungan yang dirasakan bersama.

Kholida juga menegaskan bahwa isu lingkungan hidup bukan hanya menjadi tanggung jawab Bidang Lingkungan Hidup semata. Menurutnya, seluruh pelajar dan masyarakat memiliki ruang yang sama untuk membicarakan, mengedukasi, dan mengampanyekan persoalan lingkungan.
“Kita semua bisa berbicara tentang lingkungan hidup. Tidak harus dari Bidang Lingkungan Hidup saja. Persoalan lingkungan adalah persoalan yang paling dekat dengan kehidupan kita, mudah ditemukan di sekitar kita, dan dampaknya juga langsung kita rasakan bersama,” jelasnya.

Melalui sesi tersebut, peserta didorong untuk memanfaatkan media digital secara positif sebagai sarana kampanye lingkungan, menyebarkan kesadaran publik, serta mengajak lebih banyak orang untuk terlibat dalam aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah pengumuman pemenang Green Action Video Competition 2026. Juara 1 berhasil diraih oleh PC IPM Depok Barat melalui karya video yang mengangkat tema darurat lingkungan di Kota Depok.

Video tersebut mengangkat potret darurat lingkungan di Kota Depok, mulai dari tingginya volume sampah harian yang mencapai lebih dari seribu ton per hari, persoalan sampah plastik sekali pakai, pencemaran limbah cair dan limbah B3, hingga kondisi sumber air yang semakin memprihatinkan akibat aktivitas manusia.
Namun, video tersebut tidak hanya menyajikan kritik. Para kreator juga menawarkan berbagai solusi, seperti peningkatan tanggung jawab individu, pengelolaan sampah yang lebih baik, penguatan aksi kolektif masyarakat, serta peningkatan kesadaran untuk menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Setelah sesi diskusi dan pengumuman pemenang selesai, seluruh peserta bergerak menuju Kebun Konservasi Pesanggrahan MLH PDM Kota Depok untuk melaksanakan aksi penanaman bibit tanaman secara bersama-sama sebagai bentuk kontribusi nyata dalam upaya penghijauan lingkungan.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, diantaranya PDM Kota Depok, Kodim 0508/Depok, DLHK Kota Depok, PW IPM Jawa Barat, Majelis Dikdasmen dan PNF Kota Depok, Majelis Lingkungan Hidup Kota Depok, serta berbagai pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Melalui gerakan ini, pelajar Muhammadiyah Kota Depok berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli, aktif, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Semangat “Green the Nation, Save the Generation” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu mendorong perubahan perilaku dan aksi nyata demi terwujudnya lingkungan yang lebih sehat bagi generasi masa depan.

Pasang Iklan-Mu di Sini (In Content)

Related Articles

Back to top button