Amal Usaha MuhammadiyahPersyarikatanSeputar Depok

Lazismu Kota Depok Teguhkan Kepedulian di Tahun 2026, Rp500 Juta Dikirim untuk Sumatera–Aceh

PDMDEPOK.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) merespon bencana yang terjadi dengan mengirimkan bantuan lima orang relawan dan donasi sebesar Rp 500 juta untuk warga terdampak bencana Sumatera khususnya Aceh, mulai 5 – 25 Januari 2026.

Manager Lazismu Kota Depok, Inawati Neih, menuturkan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan wujud komitmen Muhammadiyah dalam merespons setiap peristiwa kebencanaan secara berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa Lazismu berperan dalam penghimpunan dan pengelolaan donasi, sementara MDMC bertugas mengerahkan relawan kebencanaan, termasuk dukungan tenaga kesehatan dari rumah sakit Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, penghimpunan dana dilakukan melalui Lazismu, sementara untuk penugasan relawan kebencanaan kami menurunkan tim MDMC. Untuk layanan kesehatan, Muhammadiyah juga mengerahkan tenaga medis dari rumah sakit Muhammadiyah. Setiap unsur memiliki peran masing-masing sesuai bidangnya,” ujar Inawati dalam keterangan yang diterima, Selasa (13/1/2026).

Inawati menambahkan, dana bantuan tersebut dihimpun tidak hanya dari Kota Depok, tetapi juga melalui Lazismu di berbagai kota dan kabupaten. Seluruh donasi kemudian dikoordinasikan dan disetorkan ke Lazismu Jawa Barat sebagai koordinator wilayah. Untuk wilayah Jawa Barat sendiri, penugasan relawan difokuskan ke Aceh dengan masa tugas hingga 25 Januari 2026.

“Seluruh daerah menyetorkan bantuan ke Lazismu Jawa Barat dalam rentang waktu 5 sampai 25 Januari 2026. Untuk Jawa Barat, relawan memang ditempatkan di Aceh dan saat ini masih menjalankan tugas di sana,” jelasnya.

Terkait mekanisme penyaluran bantuan, Inawati menegaskan bahwa Lazismu hanya menerima donasi dalam bentuk uang tunai. Hal tersebut dilakukan agar pemenuhan kebutuhan warga terdampak dapat disesuaikan dengan hasil asesmen lapangan yang dilakukan oleh MDMC dan Lazismu Pusat.

“Kami tidak menerima barang bekas. Donasi dalam bentuk uang akan kami belanjakan sesuai kebutuhan di lokasi bencana, seperti Al-Qur’an baru, perlengkapan ibadah, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya yang semuanya dalam kondisi baru,” ungkapnya.

Inawati juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini total donasi yang berhasil dihimpun Lazismu Kota Depok dan telah disetorkan ke Lazismu Jawa Barat hampir mencapai Rp500 juta. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan logistik, tetapi juga dialokasikan bagi pembangunan rumah hunian sementara bagi warga terdampak bencana.

“Pembangunan hunian sementara dan berbagai kebutuhan lainnya dikoordinasikan oleh Lazismu wilayah. Dana dihimpun dari seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat, termasuk Depok, sebagai bagian dari kontribusi 27 daerah,” tuturnya.

Selain penyaluran bantuan dan pembangunan hunian sementara, para relawan MDMC yang bertugas di lapangan juga turut membantu proses penataan lingkungan dan kebutuhan lainnya bagi masyarakat terdampak. Inawati menambahkan bahwa pengalaman Muhammadiyah dalam penanganan bencana sebelumnya menjadi bekal penting dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.

“Relawan di lapangan ikut membantu berbagai kebutuhan, termasuk merapikan lingkungan dan mendukung proses pembangunan hunian sementara. Insya Allah, sebagaimana pengalaman Muhammadiyah sebelumnya saat bencana tsunami Aceh, kami terus berupaya hadir lebih awal untuk membantu masyarakat,” tambahnya.

Melalui penyaluran bantuan ini, Inawati berharap keberadaan Muhammadiyah, Lazismu, dan MDMC dapat memberikan dampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Muhammadiyah hadir untuk negeri, Lazismu juga hadir untuk negeri, begitu pula MDMC. Semoga kami dapat terus mendampingi saudara-saudara kita yang membutuhkan, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di berbagai belahan dunia sebagai bagian dari misi kemanusiaan,” pungkas Inawati.

Related Articles

Back to top button