Affandi Affan Tekankan Aksi Nyata Kader untuk Indonesia Dalam Resepsi Milad ke-62 IMM Asahan-Tanjung Balai
PDMDEPOK.COM – Resepsi Milad ke-62 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Asahan–Tanjung Balai berlangsung khidmat di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (16/03/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen kader IMM dalam menjawab tantangan kebangsaan melalui gerakan yang konkret dan berdampak.
Hadir sebagai narasumber dan tamu kehormatan, Ketua DPP IMM periode 2021–2023, Affandi Affan, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader IMM untuk tidak hanya aktif dalam diskursus intelektual, tetapi juga menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat.
Affan menyampaikan bahwa tema Milad ke-62 IMM yang mengusung tema“Bergerak dan Berdampak untuk Indonesia,” harus dimaknai sebagai arah gerakan yang progresif dan solutif.
Menurut Affandi Affan, IMM sebagai organisasi kader harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kritis, tetapi juga produktif dalam memberikan kontribusi bagi bangsa.
“IMM tidak boleh berhenti pada tataran wacana. Kader harus hadir dengan aksi nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Bergerak itu penting, tetapi lebih penting lagi adalah bagaimana gerakan itu memberikan dampak,” ujar Affan dalam sambutannya.
Affandi Affan juga menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, hingga krisis kepemimpinan di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, kader IMM dituntut untuk memiliki kapasitas intelektual yang kuat, integritas moral, serta keberanian dalam mengambil peran strategis.
“Kita membutuhkan kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberanian untuk terlibat dalam penyelesaian persoalan umat dan bangsa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Affan mengajak seluruh kader IMM untuk menjadikan momentum Milad ke-62 sebagai titik konsolidasi gerakan. Ia menilai bahwa IMM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai ideologis yang menjadi fondasi gerakan.
“Milad ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan mempertegas arah gerakan IMM ke depan. Kita harus adaptif, progresif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan,” tegasnya.



