Dinamika

Kajian Nikah Zaman Now, Tauhid Sebagai Landasan Cinta

PDM DEPOK – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Depok sukses menyelenggarakan Kajian Pranikah bertajuk “Nikah Zaman Now: Antara Ekspektasi, Realita, dan Tuntunan Islam” pada Ahad (10/05) di Masjid At-Taqwa Sawangan. Kegiatan ini hadir sebagai respon nyata atas tantangan pernikahan di era modern yang kian kompleks, sekaligus memberikan pembekalan spiritual bagi para pemuda di wilayah Kota Depok.

Acara dibuka dengan sambutan penuh motivasi dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Depok, Nurhayati, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para kader muda. Nurhayati menekankan bahwa meskipun sebuah pergerakan diikuti oleh jumlah orang yang terbatas, hal yang paling utama adalah kualitas dari aktivitas dan karya yang dihasilkan.

Nurhayati juga berpesan agar para pengurus tetap semangat dalam menghadapi setiap rintangan yang hadir demi mencapai tujuan mulia organisasi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PDNA Kota Depok, Iklima Pila Sopia, menyoroti fenomena sosial di mana angka pernikahan saat ini cenderung menurun sementara usia pernikahan rata-rata semakin tinggi. Menurut dia, menyiapkan keilmuan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan sangatlah krusial karena menyatukan dua individu tidaklah sederhana.

Ia menganalogikan bahwa menyatukan dua orang tidak semudah menyatukan dodol dan uli, melainkan sebuah proses penyatuan dua keluarga besar yang membutuhkan landasan keilmuan yang luas dan mendalam.

Dalam sesi materi inti, Ustaz H. Tajmaludin Eldad memaparkan bahwa pernikahan merupakan ibadah terpanjang dan terlama dalam Islam, sehingga menuntut kesiapan ilmu yang mumpuni demi meraih ketenteraman. Beliau mengingatkan agar para hamba tidak terjebak dalam ekspektasi yang terlalu tinggi hingga melupakan sang Pencipta.

Ust Tajmal menekankan bahwa rasa cinta sejatinya adalah milik Allah yang dititipkan ke dalam kalbu manusia, sehingga mengembalikan rasa cinta tersebut kepada Allah adalah kunci utama agar tujuan pernikahan dapat tercapai tanpa goyah oleh kekecewaan atau gengsi duniawi.

Lebih lanjut, Ust Tajmal menjelaskan bahwa jalan menuju keluarga sakinah harus dimulai dengan memenuhi hati dengan kesabaran, melengkapinya dengan rasa syukur, dan mengikat kuat keduanya dengan tawakal. Ia juga memberikan peringatan mengenai besarnya godaan Iblis yang muncul saat seseorang berencana menikah dan saat menghadapi sakaratul maut.

Sebagai penutup, Ust Tajmal mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mencari ilmu, menghadirkan Tauhid sebagai landasan mencintai, dan selalu berprasangka baik kepada Allah agar hubungan yang dibangun dapat saling menjaga hingga ke surga kelak. (rsc)

Pasang Iklan-Mu di Sini (In Content)

Related Articles

Back to top button