PR IPM SMAM 4 Depok Gelar Seminar Kesiapsiagaan Bencana

PDM DEPOK, Pancoran Mas – Bidang Lingkungan Hidup PR IPM SMA Muhammadiyah 4 Depok menggelar Seminar Kesiapsiagaan Bencana dalam rangka meningkatkan edukasi dan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan bertema “Bersiap Bukan Berarti Takut, Tapi Tangguh” ini merupakan yang pertama kalinya digelar PR IPM SMAM 4 Depok.
Panitia kegiatan menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dua kali pada hari, tempat, pemateri, dan isi materi yang berbeda. Materi pertama bertempat di Lapangan Futsal Al Husein pada hari Jumat, 25 April 2025 dan materi kedua di halaman Masjid Al-Hukama pada hari Jumat, 2 Mei 2025.
Seminar ini diikuti oleh seluruh peserta didik SMA Muhammadiyah 4 Depok. Budi Lukmanul Hakim selaku ketua bidang TDRR MDMC Kota Depok hadir sebagai narasumber materi pertama. Ia menyampaikan pentingnya tetap tenang dan tidak panik saat menghadapi bencana gempa bumi.
“Kita harus selalu waspada terhadap bencana yang sedang terjadi, jangan panik dan tetap jaga kesiapsiagaan,” ucap Budi.
Dalam paparannya, Budi juga memberikan beberapa poin penting untuk menghadapi bencana, khususnya gempa bumi. “Jangan panik saat terjadi gempa bumi. Memang teori dan praktik bisa sangat berbeda saat bencana benar-benar terjadi. Namun, tetap usahakan untuk berlindung di bawah atau di samping lemari yang kokoh, karena dapat melindungi diri dari serpihan plafon atau atap yang runtuh,” ucap Budi.
Telah tersampaikan pula oleh Budi bagaimana cara agar selalu dalam keadaan tenang dalam situasi gempa bumi. Diantara beberapa tips berikut adalah, “Kenali tempat aman di sekitar, latihan dan persiapan mental sebelumnya serta latih pernapasan saat panik,” ucap Budi.
Irfan dan tim dari Pemadam Kebakaran Kecamatan Bojongsari turut hadir sebagai narasumber materi kedua untuk memberikan edukasi beberapa hal yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran.
Dalam paparannya, Irfan mengungkapkan beberapa tips penting menghadapi kebakaran. “Padamkan api dari arah berlawanan dengan arah angin, dan pastikan tidak ada celah bagi oksigen masuk ke kobaran api, karena oksigen dapat memperbesar api. Lalu gunakan alat pemadam api ringan (APAR) bila tersedia,” ucap Irfan.
Para peserta didik SMA Muhammadiyah 4 Depok juga melakukan banyak praktik tentang cara memadamkan api dengan kain basah, memakai APAR (alat pemadam api ringan), mematikan pasokan gas ke peralatan atau area yang terbakar jika gas sedang bocor, dan memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran.
Harapan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Faruliana Sari, kegiatan ini bukan sekadar edukasi, tapi bentuk nyata kepedulian kami terhadap keselamatan warga sekolah. “Melalui ketua bidang TDRR MDMC Kota Depok dan tim Pemadam Kebakaran Bojongsari, kami berharap siswa dan guru semakin siap, sigap, dan tangguh dalam menghadapi bencana gempa bumi dan kebakaran,” ujar Faruliana.
Sementara, Ketua Bidang Lingkungan Hidup PR IPM SMA Muhammadiyah 4 Depok, Azizan Danish Usman mengungkapkan, dengan adanya seminar ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat berupa gempa bumi dan kebakaran yang sedang terjadi di sekitar kita.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk budaya sadar bencana di lingkungan sekolah serta menumbuhkan rasa peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain, kami ingin menanamkan bahwa bersiap bukan berarti takut, tetapi menjadi tangguh,” ucap Danish.



