Penjabaran Makna ‘Berkemajuan, Bemarwah, dan Berkepastian Masa Depan’

PDM DEPOK – Muhammadiyah Daerah Kota Depok di tahun 2026 berusaha untuk mewujudkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang Berkemajuan, Bermarwah, dan Berkepastian Masa Depan, yang mencakup seluruh bidang dalam Program Muhammadiyah Daerah Kota Depok, dengan penekanan pada prioritas program masing-masing majelis dan lembaga 1 program unggulan.
Hal ini disampaikan Ketua PDM Depok H. Ali Wartadinata dalam sesi pengarahan Rapat Kerja Pimpinan Daerah (Rakerpimda) Muhammadiyah Kota Depok, Ahad (15/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh segenap pimpinan majelis, Lembaga, dan ortom Muhammadiyah di Kota Depok.
Ali mengungkapkan penekanan arah gerak Muhammadiyah Depok berpijak pada tiga prinsip, yakni Berkemajuan, Bermarwah, dan Berkepastian masa depan untuk mewujudkan Kota Depok yang Maju. Berikut penjelasan yang terdapat dalam dokumen Panduan Rakerpimda Muhammadiyah Kota Depok Tahun 2026.
Pertama, Berkemajuan. Dalam konteks Risalah Islam Berkemajuan yang diputuskan dalam Muktamar ke-48, “berkemajuan” mengandung arti keberpihakan pada masa depan (future-oriented) dan kemampuan untuk merespons tantangan zaman dengan ijtihad yang segar. Bagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Depok, ini berarti gerakan dakwah dan amal usaha tidak boleh lagi dijalankan dengan mentalitas “business as usual”.
Berkemajuan menuntut adopsi teknologi bukan sebagai gaya hidup, tetapi sebagai metodologi dakwah dan tata kelola. Indikator keberhasilannya adalah seberapa adaptif organisasi terhadap perubahan teknologi informasi dan pergeseran demografi.
Kedua, Bermarwah. Marwah organisasi berkaitan erat dengan integritas, kemandirian, dan pengakuan publik. Sebuah organisasi dikatakan bermarwah jika ia memiliki posisi tawar (bargaining position) yang kuat di hadapan pemangku kepentingan lain, baik pemerintah maupun swasta.
Dalam konteks Depok, “Bermarwah” berarti Pimpinan Daerah Muhammadiyah Depok harus menjadi mitra strategis yang setara bagi Pemerintah Kota Depok dalam pembangunan daerah, bukan sekadar objek penerima bantuan hibah.
Marwah ini dibangun melalui profesionalisme manajemen AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) dan kontribusi nyata dalam penyelesaian masalah warga Depok, seperti kemacetan, sampah, dan kesehatan.
Ketiga, Berkepastian Masa Depan. Visi ini mengandung dimensi keberlanjutan (sustainability). “Berkepastian” mengisyaratkan adanya perencanaan jangka panjang yang terukur, manajemen risiko yang solid,dan estafeta kepemimpinan yang mulus.
Tantangan terbesar dalam aspek ini adalah krisis kaderisasi dan ketahanan finansial. Masa depan Muhammadiyah Depok tidak bisa digantungkan pada figur semata, melainkan pada sistem yang kokoh.
Oleh karena itu, digitalisasi sistem keuangan dan kaderisasi menjadi prasyarat mutlak untuk menjamin kepastian masa depan tersebut.
Rakerpim PDM Kota Depok dihadiri juga oleh Kepala Bapperida Kota Depok Drs. Dadang Wihana, M.Si. Dalam kesempatan itu, Dadang memaparkan 20 program prioritas Pemerintah Kota Depok dan potensi kolaborasi dengan majelis, Lembaga, dan ortom Muhammadiyah di Kota Depok.
Menurutnya, Muhammadiyah Kota Depok sudah memiliki branding yang kuat di masyarakat dengan peran dan kiprahnya selama ini. Ia juga mengusulkan agar kolaborasi dapat dilakukan dengan penandatanganan MOU Bersama. (asl)



