Pembentukan pandu digital antara Kominfo dan MPI PP Muhammadiyah
Makroen (Kedua dari Kanan) dan para pembicara lainnya

PDM DEPOK – Dalam menghadapi tahun politik yang penuh tantangan, warga Muhammadiyah memiliki tanggung jawab penting dalam bermedia sosial dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip etika dan kaidah fiqih informasi. Sebagai komunitas yang mendasarkan aktivitasnya pada nilai-nilai Islam yang mengedepankan kebenaran, kedamaian, dan toleransi, Warga Muhammadiyah merasa perlu untuk menjaga integritas dan tujuan mulia dari bermedia sosial.

Hal ini menjadi diskusi dalam Pembentukan Pandu Digital antara Kementrian Komonikasi dan Informasi (Kominfo) dan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPI PP Muhammadiyah) dengan tema “Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Dalam Sektor Pendidikan”.

Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah Makroen Sanjaya mengatakan bahwa Muhammadiyah sudah memiliki panduan dalam literasi bermedia sosial melalui Fiqih Digital yang dikeluarkan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

“Ke depan akan kita perbanyak dan kita perluas kepada warga Muhammadiyah Fiqih Informasi,” ujarnya.

Warga Muhammadiyah diingatkan akan prinsip-prinsip kaidah fiqih informasi yang menggarisbawahi pentingnya kebenaran, akurasi, dan keadilan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Agar selalu saring sebelum sharing terutama dalm grup-grup dalam di media sosial. (arf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini