Ketua PDM Kota Depok H. Ali Wartadinata

PDM DEPOK, Cinangka – Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Cinangka menggelar Tabligh Akbar dalam rangka Musyawarah Ranting ke-13, Ahad (3/12/2023). Dalam kegiatan tersebut sekaligus dilakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 17 Cinangka.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok H. Ali Wartadinata mengapresiasi Pimpinan Ranting Muhammadiyah Cinangka yang semakin berkembang.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong agar PRM Cinangka dapat lebih maksimal dalam dakwah. “Perlu memastikan keunggulan ranting (PRM) Cinangka, agar bisa lebih maksimal dalam berdakwah,” ujar Ali.

Prosesi peletakan batu pertama gedung TK ABA 17 Cinangka

Hal itu mengingat cukup luas dan banyaknya anggota Muhammadiyah di Cinangka, sehingga perlu penguatan Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah.

Ali berharap dengan dibangunnya TK ABA dapat terus menggeliatkan program infak dan wakaf di lingkungan Muhammadiyah. “Semoga pembangunan TK dan rencana Pembangunan Rumah Tahfidz bisa segera selesai, kita di ranting harus terus menggeliatkan program infak dan wakaf sebagai identitas Muhammadiyah,” ungkapnya.

Tabligh Akbar dalam rangka Musyran PRM-A Cinangka

Dalam kesempatan itu, H. Ali juga berkesempatan melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung TK ABA 17 Cinangka bersama dengan Rektor UMJ Prof. Ma’mun Murod al Barbasy, Camat Sawangan, dan Sekretaris Desa Cinangka.

Pesan Rektor UMJ

Rektor UMJ Prof. Ma’mun Murod menerangkan bahwa waktu dan tenaga bahkan harta digunakan untuk mengurus Muhammadiyah akan melahirkan keberkahan. Dia menyebutkan hal itu sebagai uji nyali keikhlasan yang menjadi teologi Muhammadiyah. Ayat-ayat pembebasan, ujarnya, selalu dikedepankan oleh Muhammadiyah.

Tidak hanya uji nyali keikhlasan, Ma’mun menjeaskan, Muhammadiyah juga menemui tantangan yang luar biasa. Berdasarkan sejarah, Ma’mun merasa bahwa perkembangan Muhammadiyah hingga dapat eksis berdakwah 111 tahun adalah hasil dari kerja cerdas sang pendiri, KH. Ahmad Dahlan, yang tidak dapat dilihat oleh semua orang.

Rektor UMJ Prof. Ma’mun Murod

Ketika Ahmad Dahlan dikafirkan karena melakukan perubahan pada hal yang bersifat fundamental, salah satunya saat mendirikan lembaga pendidikan. Ma’mun berpesan kepada seluruh warga Muhammadiyah di Cinangka agar dapat melakukan penguatan sebagaimana tema yang diusung.

“Dua hal yang mesti dilakukan yaitu penguatan dalam konteks internal dan eksternal. Penguatan internal dilakukan dengan konsolidasi organisasi. Sedangkan penguatan eksternal dilakukan dengan cara toleransi dengan kelompok yang berbeda, sebab Muhammadiyah memiliki manhaj dan bersikap ijtihad,” ungkapnya, Ahad (3/12).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini