Esai/Opini

Muhammadiyah Mencerdaskan Indonesia

PDM DEPOK – Oleh: Bayu Susena, S.H., M.H.

Indonesia memiliki cita-cita dan impian yang sangat besar. Salah satu cita-cita Indonesia adalah mencerdaskan rakyat Indonesia. Mencerdaskan ini menjadi lebih mudah karena peran Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta pada 18 November 1912. Muhammadiyah akan merayakan Milad ke-112 tahun. Sampai saat ini Muhammadiyah fokus dan istiqomah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Muhammadiyah mulai mencerdaskan rakyat Indonesia dari kelompok bermain, taman pengasuhan anak, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan pendidikan tinggi. Muhammadiyah juga memiliki rumah sakit, rumah bersalin, badan kesehatan ibu dan anak, balai pengobatan dan posyandu. Muhammadiyah juga mengelola rumah singgah anak jalanan, panti asuhan, lembaga dana santunan sosial dan tim panrukti jenazah.

Kader-kader Muhammadiyah juga mempunyai ciri pembaharuan dan berkemajuan. Pembaharuan ini akan menghasilkan generasi-genarasi penerus Indonesia yang dapat memajukan Indonesia. Generasi ini yang akan menjadikan Indonesia unggul dan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Masa depan yang sangat cepat perubahannya, harus diikuti dengan kemampuan generasi penerus untuk mengikuti perubahan dunia.

Kini Indonesia juga merespon perkembangan dunia yang semakin cepat dan tantangan era revolusi industri 4.0 yang sangat kompetitif. Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024 menunjuk Prof. Abdul Mu’ti menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Prof. Abdul Mu’ti merupakan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Beliau diharapkan mampu memanfaatkan jejaring Muhammadiyah demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Pendidikan merupakan wahana untuk mempersiapkan manusia dalam memecahkan atau mencari solusi setiap masalah kehidupan pada masa kini maupun masa depan. Pendidikan harus disusun atas dasar kondisi lingkungan masyarakat masa kini ataupun untuk antisipasi masa depan. Perubahan-perubahan kondisi lingkungan merupakan tantangan dan harus direspon secara tepat dan harus memberikan nilai positif.

Digitalisasi pendidikan dan integrasi teknologi dalam pendidikan semakin terwujud. Muhammadiyah pun merespon ini dengan memiliki Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu). Kampus ini merupakan jawaban Muhammadiyah dalam merespon tantangan jaman. SiberMu merupakah Langkah Muhammadiyah dalam mengisi ruang baru era evaluasi perguruan tinggi.

Akhirnya output dari pendidikan yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah menghasilan orang-orang yang memiliki karakter, kepribadian, mental yang tangguh dan berakhlak mulia. Semoga efek positif ini menular ke dunia pendidikan Indonesia. Sehingga Indonesia akan menjadi adil, makmur dan sejahtera yang selalu mendapat ridha dari Allah SWT.

Ahmad Dahlan Pahlawan Dunia Pendidikan Indonesia

Peringatan Hari Pahlawan diperingati 10 November. Atas berkat dan rahmat Allah SWT, alhamdulillah Indonesia telah merdeka. Seluruh rakyat Indonesia patut mengucapkan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan ini. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mengenang dan jangan melupakan Sejarah. Terutama jasa pahlawan dari Muhammadiyah yaitu Ahmad Dahlan. Ahmad Dahlan menerima gelar pahlawan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 657 Tahun 1961 tanggal 27 Desember 1961.

Mencerdaskan rakyat Indonesia menjadi lebih mudah karena bantuan dan peran dari Muhammadiyah. Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta pada 8 Dzhulhijjah 1330 H atau 18 Nopember 1912. Muhammadiyah akan merayakan Milad ke-112 tahun. Pendiri Muhammadiyah adalah Muhammad Darwis dan kemudian dikenal dengan Ahmad Dahlan.

Ahmad Dahlan berpikir keras untuk membuat perubahan dan mengatasi keterbelakangan kaum pribumi. Memberantas pembodohan dan pemiskinan akibat kolonialisasi yang sistemik. Hasil berpikir dan usaha ini maka lahirlah Muhammadiyah. Saat ini Muhammadiyah memasuki milad ke-112.

Secara usia Muhammadiyah berdiri jauh lebih dulu dibandingkan dengan Indonesia. Bisa dikatakan tokoh-tokoh perintis kemerdekaan Indonesia terlahir dari Muhammadiyah. Dengan kata lain Indonesia banyak belajar dari Muhammadiyah.

Proklamator dan Presiden Indonesia pertama yaitu Bung Karno terlahir dari keluarga besar Muhammadiyah. Contoh lain yaitu Jenderal Sudirman yang merupakan pendiri Hisbul Wathan dan merupakan cikal bakal Pramuka Indonesia juga dari Muhammadiyah.

Upaya Muhammadiyah dalam Kemerdekaan Indonesia sangatlah besar. Muhammadiyah berupaya sebagai motor penggerak perubahan. Muhammadiyah selalu memberi inspirasi kepada Indonesia. Jika Indonesia ingin rakyatnya sejahtera maka cerdaskan dan jaga kesehatan rakyatnya.

Pergerakan Muhammadiyah sangat kental di dunia dakwah, pendidikan dan kesehatan. Ciri-ciri perjuangan Muhammadiyah yaitu gerakan Islam, gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi mungkar dan gerakan tajdid. Nilai-nilai Islam harus dijunjung dan diamalkan dalam keseharian. Indonesia jangan melupakan gerakan Islam.

Penjajah Belanda sejak dulu ingin mengecilkan peran Islam. Seperti Snouck Hurgronje yang berusaha memisahkan antara adat dengan Islam. Maka di momentum peringatan milad ke-112, kembalikan peran Islam dalam mengukir pendidikan Indonesia kedepan. Jangan pisahkan Indonesia, pendidikan dan Islam. Muhammadiyah akan berperan mencerdaskan Indonesia.

8 November 2024

*Penulis merupakan pegawai di Universitas Aisyiyah Yogyakarta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button