National Project Coordinator TC IPM, Jowanda Harahap. (Foto: TC IPM)

PDMDEPOK.COM – Tobacco Control Ikatan Pelajar Muhammadiyah (TC IPM) menilai bahwa pelajar di Indonesia masih menjadi target utama dan menguntungkan bagi industri rokok. Laporan ini menggarisbawahi kekhawatiran yang terus berkembang mengenai dampak negatif rokok terhadap generasi muda.

National Project Coordinator TC IPM, Jowanda Harahap mengungkapkan bahwa strategi pemasaran industri rokok yang agresif dan tidak etis terus menyasar kalangan pelajar.

“Kami menemukan banyak iklan dan promosi rokok yang secara langsung atau tidak langsung ditujukan kepada pelajar, baik melalui media sosial, sponsor acara sekolah, maupun penjualan di sekitar lingkungan sekolah,” ujar Jowanda Harahap dalam keterangan yang diterima, Jum’at (31/05/2024).

Jowanda melanjutkan, Mayoritas pelajar di beberapa daerah besar di Indonesia terpapar iklan rokok setiap hari. Hal ini diperparah dengan penjualan rokok yang mudah diakses oleh pelajar.

“Banyak warung di sekitar sekolah yang menjual rokok secara eceran, sehingga memudahkan pelajar untuk membeli,” tutur Jowanda.

TC IPM menegaskan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam menangani masalah ini.

“Regulasi yang lebih ketat perlu diterapkan untuk membatasi iklan rokok, terutama yang menyasar generasi muda. Selain itu, sosialisasi tentang bahaya merokok harus ditingkatkan di lingkungan sekolah dan keluarga,” jelas Jowanda.

Upaya yang dilakukan TC IPM meliputi kampanye anti-rokok di sekolah-sekolah, penyuluhan kepada pelajar mengenai dampak buruk merokok, dan advokasi kepada pemerintah untuk memperketat regulasi terkait iklan dan penjualan rokok.

“Kami berharap dengan kolaborasi antara berbagai pihak, kita bisa melindungi pelajar dari bahaya rokok dan menciptakan generasi muda yang sehat dan bebas dari rokok,” tutup Jowanda. (am)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini