Amal Usaha Muhammadiyah

Puisi Edy Sukardi, Membangun Rumah di Sorga

PDM DEPOK – Oleh: Edy Sukardi, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya

Membangun Rumah di Sorga

Ahmad Dahlan
Seratus tahun yang lalu
meluruskan arah kiblat
sekarang apa masih perlu
meluruskan arah kiblat
Ya

Mau ke mana lagi
meluruskan arah kiblat
Apa sekarang kiblat kita
bengkok lagi
Bukan begitu

Sekarang ini
Ada dua arah kiblat
yang saling tarik menarik
kiblat rohani atau
kiblat jasmani

Rohani dulu
atau jasmani dulu

Ya
Aku masih mementingkan
Jasmani
menjaga pola makan
agar tak gampang sakit
Aku begitu khawatir
jatuh sakit
Aku beli asuransi
agar ada dana untuk
merawat aku

Sudah kau bangun
sorga di rumahmu
sudah kau bangun rumah
di sorgamu
Sudah ada program untuk
masuk sorga sekeluarga

Ah belum lagi
belum lagi

Keluarga kita
tak baik-baik saja
tingkat perceraian tinggi
lebih lima belas juta
rema terkena gangguan mental
rumah tak menjadi
tempat yang menyenangkan
Rumah tak lagi
menjadi tempat untul pulang
Bukankah rumah adalah
tempat di mana
kita bisa diterima

Lalu
apa belum saatnya
engkau mengubah orientasi
bahwa rohani
lebih utama dari jasmani

Masjid Aisyah Cilandak
30 Nopember 2025

Tiba-Tiba

Sungguh tak ada
kejadian yang tiba-tiba
jauh sebelum peristiwa
sudah ada berita
berita yang mengerikan
atau berita biasa
Waspada
Hati-hati
bersiap-siaplah

Bencana itu akan datang
Alam sudah berkabar
kerusakan telah terjadi
di mana-mana

Dia telah memberitakan
bahwa telah terjadi
kerusakan di daratan
dan di lautan
lantaran keserakahan manusia

Baru terbelalak mata
terdengar oleh telinga
barulah tergetar hati
ketika hutan telah bicara
telah terjadi kesewenangan
pohon-pohon besar
digergaji, tumbang
menibani pohon kecil
merusak ekosistem kehidupan
Pohon-pohon penyimpan air
penjaga tanah
pensuplai udara bersih
kini perak poranda

Panik
pekik
mengerikan
menakutkan
Pasrah
menyerah
Lillah

Mereka yang seharusnya
bertanggung jawab
lepas tangan
saling menyalahkan
lari
sembunyi
Ada juga yang tampil
seakan pahlawan
malah menebar pesona
pecitraan dan cari muka
diliput media

Peristiwa ini
bukan baru
sebelumnya telah terjadi
mengapa kita tak
mengambil pelajaran
Apakah kita telah bebal
dan dungu

Apala takilun
Apala tatazakkarun
Apala tatadabbarun

Ya Rab
Ampuni kami

Pisangan
5 Desember 2025

Related Articles

Back to top button