FeaturedSeputar Depok

PSSI Depok Matangkan Persiapan Liga Jabar Istimewa Piala Walikota Depok 2026 Lewat Manager Meeting dan Drawing

PDMDEPOK.COM – Semangat dan antusiasme dalam menjalankan program kerja PSSI Provinsi Jawa Barat terus ditunjukkan oleh PSSI Kota Depok. Bertempat di Aula Perpustakaan Kota Depok, Sabtu (2/5/2026), PSSI Kota Depok menggelar kegiatan Manager Meeting dan Drawing Liga Jabar Istimewa Piala Wali Kota Depok untuk kategori U-10, U-12, dan U-14.

Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan kompetisi usia muda yang akan digelar sepanjang Mei 2026, sekaligus bentuk komitmen PSSI Kota Depok dalam pembinaan sepak bola usia dini dan penguatan ekosistem sepak bola prestasi di Kota Depok.

Untuk kategori U-10, kompetisi diikuti oleh 25 tim yang dibagi ke dalam enam grup pada babak penyisihan. Pertandingan akan berlanjut ke babak 8 besar, semifinal, hingga final yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026 di Lapangan Sepak Bola Kukusan. Pada pembukaan nanti, PSSI Kota Depok juga mengundang Wali Kota Depok, Plt Ketua PSSI Jawa Barat, serta Plt Sekretaris PSSI Jawa Barat.

Sementara itu, kategori U-12 diikuti oleh 29 tim yang terbagi dalam delapan grup. Babak penyisihan dan 16 besar akan dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026, sedangkan babak 8 besar hingga final dijadwalkan pada 16 Mei 2026 di Lapangan Sepak Bola Kukusan dan Lapangan Sepak Bola Beji Timur.

Adapun kategori U-14 diikuti oleh 19 tim yang terbagi dalam empat grup. Sistem pertandingan serta jadwal kick-off akan diumumkan kemudian setelah regulasi resmi dari PSSI Provinsi Jawa Barat diterima oleh PSSI Kota Depok.

Tidak hanya fokus pada pelaksanaan kompetisi, PSSI Kota Depok juga menunjukkan perhatian serius terhadap aspek keselamatan pemain. Usai pelaksanaan Manager Meeting, PSSI Kota Depok bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Depok menggelar Pelatihan Penanganan Cedera dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi seluruh klub anggota dan SSB binaan.

Ketua PSSI Kota Depok, Meiyadi Rakasiwi, menegaskan bahwa kompetisi sepak bola usia muda harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemahaman medis dasar di lapangan.

“Kompetisi bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga tentang membangun sistem pembinaan yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Karena itu, kami tidak hanya fokus pada pertandingan, tetapi juga memastikan seluruh elemen memahami penanganan cedera dan keselamatan pemain sebagai prioritas utama,” ujar Meiyadi.

Meiyadi menambahkan, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia muda di Kota Depok terus berkembang secara positif.

“Partisipasi yang terus meningkat menunjukkan kepercayaan klub dan masyarakat terhadap program pembinaan yang kami jalankan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kompetisi yang profesional, terukur, dan berkualitas,” katanya.

Meiyadi juga menegaskan komitmen PSSI Kota Depok untuk terus mendukung program kerja PSSI Provinsi Jawa Barat sekaligus menyelaraskannya dengan arah pembangunan olahraga Pemerintah Kota Depok.

“Kami akan terus bergerak selaras dengan program PSSI Jawa Barat dan Pemerintah Kota Depok. Harapannya, melalui sinergi ini, sepak bola Kota Depok mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang nantinya bisa berprestasi di level provinsi, nasional, bahkan internasional,” tutupnya.

Pasang Iklan-Mu di Sini (In Content)

Related Articles

Back to top button