DinamikaEvent

Menyulap Acara Menjadi Berita Bermakna

PDM DEPOK, WATUBELAH — Rangkaian Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat di Hotel Lumina UMC, Watubelah, Cirebon, turut menghadirkan sesi praktik menulis berita bertajuk “Muhammadiyah Creative Writing: Dari Acara Menjadi Berita” yang dibawakan narasumber Ketua MPI PWM Jawa Barat, Kelik Nursetiyo Widiyanto.

Dalam paparannya, Kelik mengingatkan peserta akan akar historis tradisi kepenulisan di Muhammadiyah. Ia menyebut, Muhammadiyah sejak awal memiliki concern dalam kerja-kerja jurnalistik. Dia menjelaskan, Bahagian Pustaka merupakan salah satu majelis yang pertama kali dibentuk dalam organisasi, sekaligus mengaitkannya dengan penetapan tanggal 13 Agustus sebagai Hari Pers Muhammadiyah, yang merujuk pada pendirian Majalah Suara Muhammadiyah pada tahun 1915.

Kelik juga mengajak peserta merenungkan kembali alasan mendasar mengapa menulis itu penting, yakni untuk dokumentasi, dakwah, inspirasi, sekaligus menguatkan reputasi organisasi di ruang digital. Ia menekankan bahwa kearsipan akan menjadi sangat berarti di kemudian hari, sebab tulisan adalah bukti sejarah yang tidak lekang. “Menulis itu bagai menulis di atas batu, sedangkan bicara seperti menulis di atas air,” ujarnya.

Dalam sesi ini, Kelik menyoroti kesalahan umum yang kerap terjadi dalam penulisan berita kegiatan, yaitu kecenderungan menulis seperti laporan semata. Menurutnya, pola penulisan semacam itu perlu ditingkatkan menjadi tulisan yang lebih bermakna. Ia menambahkan, untuk kebutuhan media sosial atau internet, pendekatan yang lebih relevan adalah storytelling yang berangkat dari inti kegiatan, bukan sekadar menjawab unsur 5W+1H, serta ditulis dengan melibatkan perasaan.

“Jangan tanya acaranya apa, tapi cari yang menarik dari acara ini,” pesan Kelik kepada para peserta. Ia mendorong peserta untuk mengajukan pertanyaan yang tepat dengan menelusuri sejumlah elemen penting, yaitu tokoh, perubahan, dampak, emosi, dan pembelajaran yang dapat dibagikan kepada pembaca. Ia mencontohkan pertanyaan seperti siapa pasien tertua dalam sebuah kegiatan layanan kesehatan, mengapa masyarakat begitu antusias, atau bagaimana perubahan yang benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat.

Kelik menegaskan bahwa berita yang menarik adalah berita yang memiliki value dan human interest. Untuk mencapainya, ia membagikan sejumlah teknik creative writing, di antaranya membangun deskripsi yang hidup. Ia mencontohkan, alih-alih menulis “kegiatan berjalan lancar”, penulis semestinya menggambarkan suasana secara lebih hidup, misalnya “sejak pukul tujuh pagi, halaman dipenuhi warga yang mengantre dengan tertib”.

Ia juga menjelaskan tentang tulisan feature yang lebih menonjolkan kekhasan gaya penulisan seenak dan semenarik mungkin. Di akhir paparannya, Kelik mengingatkan bahwa betapapun bebasnya gaya penulisan yang dipilih, setiap berita yang dihasilkan tetap harus bermuatan dakwah serta mampu menghadirkan gambaran bagaimana organisasi hadir di tengah masyarakat.

Sesi ini melengkapi rangkaian materi reputasi digital yang telah disampaikan sebelumnya, sekaligus membekali para pengelola media Muhammadiyah se-Jawa Barat dengan keterampilan menulis berita kegiatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh dan bermakna bagi pembaca. (soleh)

Pasang Iklan-Mu di Sini (In Content)

Related Articles

Back to top button

https://dolanlink.com/

https://dolankumau88.com/

https://opalsaya88.com/

https://gokumania88.com/

https://gokunih.com/

https://opalkhusus01.org/

https://opalsaya89.com/

https://opalutama.com/

https://skwslot.net/

https://cairbos569.com/

https://cairbosjp.com/

https://caiboswild.com/

https://cairbos.net/