Heri Solehudin Hadir dalam Rakerwil Lazismu Jawa Barat di Depok, Perkuat Inovasi Sosial
PDMDEPOK.COM – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Jawa Barat resmi digelar pada 6—7 Desember 2025 di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi dan Berkemajuan” serta dihadiri perwakilan 24 daerah dari total 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Salah satu tokoh yang hadir dalam forum tersebut adalah Dr. Rd. Heri Solehudin, MM, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok, Dosen Pascasarjana UHAMKA, serta Wakil Ketua Forum Doktor Sosial Politik Universitas Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Heri menyambut baik pelaksanaan Rakerwil Lazismu Jawa Barat di Kota Depok dan menilai forum ini sebagai momentum strategis memperkuat peran filantropi modern berbasis inovasi dan kolaborasi.

“Lazismu harus hadir sebagai lembaga yang adaptif dan inovatif, terutama dalam konteks sosial yang terus berkembang. Inovasi bukan hanya menciptakan sesuatu yang baru, tetapi bagaimana memaksimalkan potensi yang sudah ada agar lebih memberi nilai bagi umat,” ujarnya yang juga sebagai tokoh masyarakat Ciamis , Sabtu (06/12/2025).
Sebagai akademisi yang banyak meneliti isu inovasi dan pemberdayaan sosial, Heri menekankan pentingnya pendekatan profesional dalam tata kelola zakat, infak, dan sedekah.
“Gerakan zakat hari ini tidak cukup hanya berbasis keikhlasan, tetapi harus dibangun dengan tata kelola modern berbasis teknologi, data, dan strategi keberlanjutan agar dampaknya dapat dirasakan lebih luas,” tegas keturunan ke 17 Raja Panjalu Ciamis tersebut.
Heri juga menambahkan bahwa inovasi sosial dapat berkembang apabila memiliki fondasi kreativitas, jejaring kolaborasi, dan keberanian mencoba pendekatan baru.
“Inovasi itu proses, bukan sekadar hasil. Dibutuhkan keberanian untuk mengubah cara kerja lama menuju model yang lebih efektif, efisien, dan berdampak,” lanjutnya.
Menutup penyampaiannya, Heri menyampaikan harapan agar forum ini menjadi awal penguatan gerakan filantropi Muhammadiyah yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Saya berharap hasil Rakerwil ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi menjadi gerakan nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok rentan dan mustahik. Mari jadikan Lazismu sebagai katalis manfaat, bukan sekadar penyalur dana tetapi pemberdaya dan penggerak perubahan,” tutupnya.



