Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. KH Haedar Nashir, M.Si.

PDM Depok, Sawangan – Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. KH Haedar Nashir, M.Si. hadir memberikan tausiyah di acara Tabligh Akbar dan Musyawarah Ranting (Musyran) Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sawangan, Kota Depok, Ahad (24/9). Dalam kesempatan tersebut, Prof Haedar memberikan apresiasi dan sejumlah pesan penting kepada warga dan kader Persyarikatan Muhammadiyah.

Prof Haedar mengaku bangga, senang dan optimistis dengan apa yang telah dilakukan PRM Sawangan. “Inilah Ranting Sawangan yang menjadi salah satu ranting berkemajuan, ranting yang menjadi contoh buat ranting-ranting lainnya,” ungkapnya, Ahad (24/9).

Peresmian Gedung SMP Muhammadiyah Sawangan, Depok, Ahad (24/9).

Mengingat, beriringan dengan kegiatan tersebut, PRM Sawangan juga akan meresmikan gedung SMP Muhammadiyah Sawangan dan gedung Aisyiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah juga merasa bangga dengan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut. “Dari merekalah lahir qurrata a’yun, generasi yang membuat kita bangga dan senang,” tuturnya.

Adapun pesan yang disampaikan dalam tausiyah yang disampaikan Prof. KH Haedar Nashir, M.Si. adalah sebagai berikut:

Terdapat dua kewajiban utama yang harus ditunaikan umat manusia. Kewajiban utama itu datang langsung dari Allah SWT.

Kewajiban pertama, kita diwajibkan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya. “Ibadah itu taqarrub ‘ilallah, mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Prof Haedar.

Ibadah kepada Allah diperintahkan dalam dua hal, yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi hal-hal yang dilarang oleh-Nya. Kita diperintahkan untuk berbuat kebaikan. “Segala hal yang baik secara agama dan budaya, dan tidak bertentangan dengan syariat,” ungkapnya.

Haedar mengungkapkan, ibadah juga mengandung value. “Segala kegiatan hidup kita, ucapan kita, tindakan kita, memiliki value, memiliki qima, memiliki arti, punya nilai,” kata dia. Dengan begitu, segala hal yang kita lakukan dengan niat ibadah harus dilakukan secara maksimal.

Ibadah dan keikhlasan menjadi energi bagi kita menggerakkan Muhammadiyah dan Aisyiyah. “Jabatan itu ada masanya, sedangkan yang tidak ada masanya adalah pengkhidmatan dan itulah yang membuat kita terus menggerakkan Muhammadiyah, Aisyiyah, masyarakat dengan ikhlas,” ujarnya.

Kewajiban yang kedua, yakni menjadi khalifatu fil ‘ardh, wakil Allah untuk mengurus dunia ini. Allah SWT itu Maha Rahman dan Maha Rahim, manusia diberikan berbagai kelebihan yang tidak dimiliki makhluk hidup lainnya.

Manusia diberikan qalbu dan akal pikiran oleh Allah. “Gunakan akal pikiran, qalbu, dan kelebihan kita itu untuk mengatur kehidupan di muka bumi, di situlah fungsi kekhalifahan kita,” ungkapnya.

Haedar mengungkapkan, sebab itulah kita harus membangun sebagai bentuk pengelolaan, tetapi membangun yang tanpa merusak lingkungan, alam, dan sebagainya. Jangan hanya semangat untuk membangun, tetapi di sisi lain merusak lingkungan dan alam, merusak ekosistem.

Semangat untuk berbuat baik, kita dapat menunaikan kewajiban ibadah dan kekhalifahan itu dengan kerja dan karya nyata. Dengan qalbu dan akal pikiran, kita dapat mengelola alam semesta ini dengan bijak dan baik. (AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini