KeislamanPersyarikatan

Baitul Arqam Beji: Momentum Pencerahan dan Penguatan Nilai-Nilai Muhammadiyah

Beji, 21–22 September 2025 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Beji sukses menyelenggarakan Baitul Arqam bertempat di Aula Aisyiyah Beji Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 44 peserta yang terdiri dari unsur Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah serta Aisyiyah se-Cabang Beji.

Dengan mengusung tema “Pencerahan dan Konsolidasi dalam Menguatkan Nilai–Nilai Muhammadiyah”, Baitul Arqam ini menjadi sarana strategis untuk memperkokoh ideologi, mempererat konsolidasi, serta meneguhkan komitmen kader Muhammadiyah dan Aisyiyah di Beji.

Adapun materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh sejumlah tokoh, yaitu:
– Nasihin, S.E.I., M.E.I. (Ketua LPCR PWM Jawa Barat) – Strategi Pengembangan Muhammadiyah
– H. Ali Wartadinata (Ketua PDM Depok) – Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah
– Prof. Dr. Bunyamin (Wakil Ketua PWM DKI Jakarta) – Peneguhan Ideologi Muhammadiyah
– Dr. Zamahsari, M.Ag. (Wakil Rektor UMB) – Spiritual Leadership Muhammadiyah
– Dr. M. Dwifajri, M.Pd. (MPK SDI PP Muhammadiyah) – Hakekat Islam

Kegiatan ini dipandu oleh Ust. Mahfan Khalilurrahman, S.Pd., M.A., Ketua MPK SDI PDM Depok, yang bertindak sebagai Ketua Tim Instruktur/Master of Training.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok, H. Ali Wartadinata, dalam sambutannya menegaskan bahwa perkaderan merupakan amal utama Muhammadiyah selain ketarjihan. Menurutnya, Baitul Arqam menjadi sarana untuk “mengisi ulang” semangat, hati, dan pikiran para pimpinan agar lebih siap menjalankan amanah persyarikatan.

“Perkaderan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan implementasi program utama Muhammadiyah. PCM Beji yang dikenal sebagai ‘ibu kota Muhammadiyah Depok’ harus menjadi barometer gerakan. Karena itu, kita hadir bukan karena terpaksa, melainkan sebagai kesadaran untuk meneguhkan diri sebagai pimpinan Muhammadiyah,” tegas Ali Wartadinata.

Sementara itu, Ketua PCM Beji, H. Naman Suryadi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia memberikan penghormatan kepada pimpinan daerah, senior Muhammadiyah, serta panitia yang telah bekerja keras, khususnya tim yang dipimpin Ustaz Mahfan.

Menurut Naman, pimpinan Muhammadiyah wajib ikut serta dalam kegiatan perkaderan sebagai bentuk teladan. “Kita tidak hanya mengimbau jamaah untuk aktif, tetapi kita sendiri yang harus memberi contoh. Identitas ke-Muhammadiyahan harus terlihat dalam pribadi, keluarga, dan kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Naman juga menyampaikan keprihatinan bahwa PCM Beji, sebagai cabang tertua di Depok, justru tertinggal dibanding cabang lain seperti Sawangan dan Bojongsari. Ia berharap kegiatan Baitul Arqam mampu menggerakkan kembali roda organisasi di Beji secara lebih solid dan berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan perlu ada perkaderan lanjutan, termasuk untuk pimpinan amal usaha dan ranting. Semua bidang perlu evaluasi agar Muhammadiyah di Beji bisa kembali menjadi motor penggerak,” tutup Naman.

Dengan tema “Pencerahan dan Konsolidasi dalam Menguatkan Nilai-Nilai Muhammadiyah”, kegiatan Baitul Arqam ini diharapkan mampu memperkuat ideologi, konsolidasi, serta loyalitas pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.

Related Articles

Back to top button