PersyarikatanSeputar Depok

Kader Pemuda Muhammadiyah Kota Depok Ikuti Pemuda Pelopor 2026, Usung Youth Democracy Academy Melalui Kamus Institute

Iklan-Mu (Banner)

PDMDEPOK.COM — Kader Pemuda Muhammadiyah Kota Depok mengikuti rangkaian Seleksi Pemuda Pelopor Tahun 2026 melalui Kamus Institute. Dalam keikutsertaannya tersebut, Andi Maulana, mengusung bidang kepeloporan Pendidikan melalui program unggulan Youth Democracy Academy.

Youth Democracy Academy merupakan program pendidikan kepemudaan yang berfokus pada penguatan wawasan generasi muda mengenai demokrasi, politik, kebijakan publik, serta partisipasi masyarakat. Program tersebut terus dikembangkan sebagai ruang belajar bagi pemuda agar tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu mengambil peran dalam kehidupan publik.

Andi Maulana mengatakan keikutsertaannya dalam Pemuda Pelopor 2026 merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperkenalkan pendidikan demokrasi yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Menurutnya, pendidikan demokrasi perlu dikembangkan dengan pendekatan yang relevan dengan kebutuhan dan tantangan anak muda saat ini.

“Youth Democracy Academy lahir dari kegelisahan bahwa pendidikan demokrasi tidak cukup hanya berbicara mengenai teori atau proses pemilu. Anak muda perlu memahami bagaimana demokrasi bekerja, bagaimana kebijakan publik dibentuk, serta bagaimana mereka dapat terlibat secara kritis dan konstruktif di dalamnya,” ujar Andi.

Menurut Andi, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun generasi muda yang memiliki pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk berpartisipasi dalam kehidupan publik. Karena itu, Youth Democracy Academy dirancang sebagai ruang belajar yang menggabungkan diskusi, literasi, riset, dan praktik partisipasi.

“Kami ingin menciptakan ruang belajar yang membuat pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Mereka harus memiliki pengetahuan, mampu berdiskusi, memahami persoalan di sekitarnya, dan kemudian mengambil peran untuk memberikan solusi,” katanya.

Andi menjelaskan, pelaksanaan Youth Democracy Academy selama ini diarahkan kepada pelajar, organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, komunitas, serta kelompok pemuda lainnya. Program tersebut menggunakan sejumlah pendekatan, mulai dari workshop, forum diskusi, kampanye literasi demokrasi digital, hingga kajian terhadap berbagai persoalan kebijakan publik.

Menurutnya, pendidikan demokrasi bagi generasi muda harus ditempatkan sebagai proses yang berkelanjutan. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan mendorong mereka untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.

“Kepeloporan di bidang pendidikan bagi kami bukan sekadar membuat kegiatan, tetapi bagaimana pengetahuan yang diberikan dapat diteruskan dan melahirkan pemuda yang mampu menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing,” jelasnya.

Keikutsertaan Andi Maulana dalam Seleksi Pemuda Pelopor 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pendidikan demokrasi bagi generasi muda di Kota Depok. Melalui Youth Democracy Academy, Kamus Institute mendorong agar pemuda memiliki kesempatan untuk belajar, berdiskusi, berpartisipasi, dan mengambil peran kepemimpinan.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pembinaan Kepemudaan Disporyata Kota Depok, Wahyudin Joko Saputro, mengatakan kunjungan ke Kamus Institute merupakan bagian dari rangkaian Seleksi Pemuda Pelopor Tahun 2026. Menurutnya, proses tersebut diperlukan untuk melihat secara langsung aktivitas dan inovasi yang telah dilakukan oleh para peserta di bidang kepeloporan masing-masing.

“Dalam proses seleksi ini, kami ingin melihat secara langsung apa yang sudah dilakukan oleh peserta, bagaimana inovasinya berjalan, apa manfaatnya bagi masyarakat, serta bagaimana keberlanjutannya. Jadi, bukan hanya gagasan di atas kertas, tetapi ada aktivitas dan dampak yang dapat dilihat,” ujar Wahyudin.

Wahyudin juga mengapresiasi adanya inisiatif kepemudaan yang bergerak di bidang pendidikan, termasuk pendidikan demokrasi dan kebijakan publik. Menurutnya, keberadaan berbagai inisiatif tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan pembinaan pemuda di Kota Depok.

“Kami berharap para pemuda pelopor dapat terus mengembangkan inovasinya dan memberikan manfaat yang lebih luas. Pemerintah tentu membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun kepemudaan, termasuk dengan komunitas dan lembaga yang selama ini sudah bergerak di masyarakat,” pungkasnya.

Iklan-Mu (In Content)
Iklan-Mu (In Content)

Related Articles

Back to top button

https://dolanlink.com/

https://dolankumau88.com/

https://opalsaya88.com/

https://gokumania88.com/

https://gokunih.com/

https://opalkhusus01.org/

https://opalsaya89.com/

https://opalutama.com/

https://skwslot.net/

https://cairbos569.com/

https://cairbosjp.com/

https://caiboswild.com/

https://cairbos.net/