Pentingnya Publikasi Sekolah: Dari Dokumentasi Menjadi Reputasi

PDM DEPOK, MERUYUNG – Sekolah pasti memiliki beragam kegiatan inspiratif setiap harinya. Mulai dari prestasi siswa, inovasi pembelajaran, hingga aksi sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat. Namun, tidak sedikit cerita-cerita baik tersebut berhenti sebagai dokumentasi yang tersimpan di telepon genggam atau folder penyimpanan digital, tanpa dirilis ke publik.
Kesadaran akan pentingnya membagikan cerita positif inilah yang mendorong Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) bersama Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok menggelar Workshop Penulisan Berita bertema “Meningkatkan Reputasi Sekolah Melalui Publikasi” pada Rabu (5/8) di SD Muhammadiyah Meruyung, Kota Depok.
Workshop yang menjadi bagian dari Rapat Koordinasi Rutin Kepala Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah se-Kota Depok tersebut diikuti para kepala sekolah Muhammadiyah dan menghadirkan Ketua MPI PDM Kota Depok, M. Raihan Febriansyah, sebagai narasumber. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Kota Depok, Ali Wartadinata.
Selama workshop, peserta diajak memahami bagaimana sebuah aktivitas sekolah dapat diolah menjadi berita yang menarik dan memiliki nilai informasi bagi masyarakat. Selain mempelajari teknik penulisan berita dan feature, para peserta juga berlatih mengidentifikasi peristiwa yang layak dipublikasikan. Sebagai tindak lanjut, dibentuk pula grup kontributor pdmdepok.com untuk memperkuat arus informasi dari sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Kota Depok.

Dalam pemaparannya, Raihan menegaskan bahwa membangun reputasi lembaga pendidikan tidak lagi cukup hanya melalui kualitas program, tetapi juga melalui kemampuan menyampaikan cerita kepada publik. Menurutnya, media digital, baik website resmi, media sosial, maupun media massa daring, menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan berbagai capaian sekolah kepada masyarakat.
“Penting diingat, banyaknya kegiatan tapi tanpa publikasi hanya akan menjadi dokumentasi semata, berakhir di Google Drive. Namun, banyak kegiatan yang diikuti dengan banyak publikasi, itulah yang akan membentuk reputasi,” ujarnya..
Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Depok, Ade Kurnia, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai kemampuan publikasi menjadi kebutuhan penting bagi setiap sekolah, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat dan mudah diakses. Menurutnya, peran kepala sekolah dan tim humas sangat menentukan dalam memperkenalkan berbagai keunggulan sekolah Muhammadiyah kepada masyarakat. Saat ini, terdapat 31 sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Kota Depok yang memiliki banyak potensi dan prestasi untuk terus dipublikasikan.
Harapan serupa juga disampaikan Ketua PDM Kota Depok, Ali Wartadinata. Ia menilai pemberitaan mengenai aktivitas sekolah dan madrasah Muhammadiyah di laman resmi pdmdepok.com masih perlu ditingkatkan.
“Saya berharap setelah kegiatan ini, humas sekolah dan madrasah semakin aktif menulis serta mengirimkan berita kegiatan ke website resmi PDM. Semakin banyak cerita baik yang dipublikasikan, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Workshop ini menjadi langkah awal membangun budaya publikasi di lingkungan sekolah Muhammadiyah Kota Depok. Lebih dari sekadar belajar menulis berita, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong setiap sekolah untuk lebih percaya diri menceritakan karya, prestasi, dan kontribusinya kepada masyarakat luas. Sebab, di era digital, reputasi tidak hanya dibangun melalui apa yang dikerjakan, tetapi juga melalui bagaimana kisah-kisah baik itu disampaikan. (mrf)



