Keseruan Santri Muhammadiyah Darul Arqam Depok Belajar Budaya dan Tadabbur Alam di Jogja

PDM DEPOK – Oleh: Hilma Soleha
Yogyakarta selalu punya cara ajaib untuk memikat hati siapa saja, tak terkecuali bagi santri MUDA Depok. Setelah menuntaskan ziarah sejarah yang penuh khidmat, rombongan santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Depok melanjutkan petualangan mereka ke sisi lain Yogyakarta
Dari dinginnya sejarah perjuangan bangsa hingga deburan ombak pantai selatan, Yogyakarta sukses menjadi ruang bermain dan belajar yang tak terlupakan bagi para santri.
Setelah menuntaskan ziarah sejarah yang penuh khidmat, rombongan santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Depok langsung disambut oleh petualangan seru yang menguras energi sekaligus memancing tawa. Yogyakarta benar-benar menjadi ruang belajar dan bermain yang sempurna bagi para santri, menyuguhkan kombinasi apik antara keindahan alam, edukasi, dan wisata belanja.
Rona bahagia anak-anak pecah, mengalir tanpa henti sejak malam hingga petang keesokan harinya. Dari dinginnya sejarah perjuangan bangsa hingga deburan ombak pantai selatan, Yogyakarta sukses menjadi ruang bermain dan belajar yang tak terlupakan bagi para santri.
Estafet keseruan ini dimulai saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat. Kawasan legendaris Malioboro menjadi pelabuhan pertama rombongan untuk melepas penat. Suasana Malioboro di malam hari menghadirkan magis tersendiri bagi para santri. Di bawah terangnya lampu kota yang hangat dan iringan sayup musik jalanan khas Jogja, anak-anak berjalan santai menyusuri trotoar yang luas.
Mereka menikmati jajanan lokal, melihat-lihat kerajinan tangan, dan merasakan langsung keramahan warga Yogyakarta. Senyum lelah berganti menjadi binar bahagia saat mereka bisa bercengkerama bebas di salah satu sudut paling ikonik di Indonesia ini sebelum beristirahat untuk petualangan besar esok hari.
Keesokan paginya, antusiasme para santri langsung memuncak saat bus membawa mereka menuju pesisir selatan, tepatnya ke Pantai Drini, Gunungkidul. Begitu kaki mereka menyentuh pasir putih yang lembut dan diterpa angin pagi yang segar, anak-anak langsung berlarian riang. Karakteristik Pantai Drini yang unik dengan tebing besar di tengahnya membuat ombak di tepi pantai cenderung aman. Santri Darul Arqam Depok sangat senang bisa berkejaran dengan ombak, bermain air, dan menikmati lukisan alam ciptaan Allah SWT dengan lepas.
Puas basah-basahan di pantai, perjalanan berlanjut ke pusat oleh-oleh khas Yogyakarta untuk berburu Bakpia Pathok. Di sini, suasana mendadak riuh. Anak-anak sangat antusias memilih kotak-kotak bakpia hangat dengan berbagai varian rasa untuk dibawa pulang sebagai buah tangan bagi keluarga tercinta di Depok.
Dari wisata kuliner, rombongan bergerak menuju Monumen Yogya Kembali (Monjali). Bangunan berbentuk kerucut menyerupai tumpeng ini langsung memancing rasa ingin tahu anak-anak. Di dalam museum, mereka diajak “menembus waktu” melihat replika pakaian perang, senjata tradisional, hingga diorama perjuangan para pahlawan. Sejarah yang biasa terasa kaku di dalam kelas pesantren, seketika hidup dan menarik di mata mereka.
Petualangan edukasi berlanjut ke Omah Oblong, pusat produksi kaus khas Jogja. Keseruan di sini berganti menjadi decak kagum. Anak-anak tidak hanya sekadar melihat baju yang dipajang, tetapi juga berkesempatan mengintip langsung proses pembuatan kaus ramah lingkungan melalui teknik sablon dan batik. Mereka belajar tentang kreativitas dan dunia wirausaha sejak dini dengan cara yang sangat menyenangkan.
Sebagai gong penutup dari rangkaian perjalanan panjang ini, rombongan tiba di Kaliurang menjelang sore untuk memulai Lava Tour Merapi. Deru mesin mobil jip wisata yang tangguh langsung menyambut kedatangan mereka. Mengenakan helm pengaman, anak-anak duduk tegap di atas jip terbuka dengan mata berbinar penuh bahagia.
Jip mulai melaju kencang, membelah jalur berbatu sisa runtuhan erupsi Gunung Merapi. Sorak-sorai kegembiraan dan pekikan seru anak-anak terdengar bersahut-sahutan setiap kali jip melewati jalanan yang terjal, menanjak, dan menerjang kubangan air. Petualangan yang memacu adrenalin ini sekaligus memberikan edukasi nyata tentang kedahsyatan alam dan pentingnya mitigasi bencana.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi petualangan menggunakan armada Jeep Lava Tour, tetapi juga menjadi media wisata edukasi mitigasi bencana yang sangat bernilai. Melalui sisa-sisa peninggalan tersebut, generasi muda diajak untuk mempelajari rekam jejak aktivitas vulkanik serta menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kekuatan alam.
Saat bus-bus mulai bergerak meninggalkan Yogyakarta untuk kembali menuju asrama pondok tercinta, ada keletihan yang luar biasa di raut wajah para santri. Namun, keletihan itu kalah telak oleh tumpukan memori indah, tawa lepas, dan ‘api’ semangat yang berhasil mereka raup dari Kota Pelajar.



