Rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah, PDM Kota Depok Gelar Sarasehan Kebangsaan
PDMDEPOK.COM – Dalam rangka memeriahkan Milad ke-113 Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok menggelar Sarasehan Kebangsaan yang berlangsung di Aula BJB Cabang Kota Depok, Sabtu (17/11/2025).
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber lintas bidang yang memberikan perspektif kebangsaan dan pembangunan nasional, yakni Anggota DPRD Jawa Barat Hasbullah Rahmad, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, serta Dosen Pascasarjana Uhamka Jakarta Dr. Heri Solehudin, MM.
Acara juga turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Depok, yakni Staf Ahli Wali Kota Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Wijayanto, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah, ortom, dan para tokoh masyarakat.
Wakil Ketua PDM Kota Depok, Matridi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sarasehan Kebangsaan ini menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah untuk terus memperkuat peran strategisnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Matridi menekankan bahwa usia 113 tahun bukan hanya soal panjangnya sejarah, tetapi juga tentang kemampuan mempertahankan relevansi perjuangan Muhammadiyah di tengah dinamika zaman.
“Milad ke-113 ini mengingatkan kita bahwa Muhammadiyah lahir untuk memberi jawaban atas persoalan umat dan bangsa. Tugas itu belum selesai,” ujar Matridi.
“Sarasehan ini kami selenggarakan untuk memperluas kesadaran kebangsaan dan memperkokoh kontribusi Muhammadiyah di Depok, khususnya dalam isu-isu sosial, pendidikan, dan kemanusiaan,” tambahnya.
Matridi juga mengapresiasi kehadiran para narasumber yang dinilainya memberikan wawasan luas dan mendalam mengenai tantangan kebangsaan masa kini.
“Kolaborasi antara tokoh politik, akademisi, dan lembaga riset seperti ini sangat penting. Muhammadiyah harus selalu membuka ruang dialog agar tetap menjadi gerakan yang inklusif, mencerahkan, dan mampu memberikan arah moral bagi bangsa,” tuturnya.
Dalam paparannya, Anggota DPRD Jawa Barat Hasbullah Rahmad menekankan bahwa tantangan pembangunan di Jawa Barat termasuk Depok tidak bisa dilepaskan dari kualitas pendidikan dan moderasi beragama.
“Muhammadiyah telah memberi kontribusi besar bagi pendidikan nasional. Kita harus memastikan kontribusi itu terus berkembang melalui inovasi dan kolaborasi,” ungkapnya.
Hasbullah juga mengajak Muhammadiyah menjadi benteng moderasi beragama dan penguatan nilai kebangsaan di tengah polarisasi sosial.
Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, memaparkan pentingnya peningkatan literasi politik masyarakat di era digital yang penuh distorsi informasi.
“Muhammadiyah memiliki peran penting sebagai penyejuk ruang publik. Dengan jaringan pendidikan dan dakwah yang begitu luas, Muhammadiyah bisa mendorong lahirnya warga negara yang kritis, rasional, dan tidak mudah terprovokasi oleh hoaks,” ungkapnya.
Pangi menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya soal politik elektoral, tetapi bagaimana masyarakat mampu memahami persoalan kebijakan publik secara obyektif dan konstruktif.
Dosen Pascasarjana Uhamka, Dr. Heri Solehudin, menyoroti isu kesejahteraan bangsa sebagai agenda strategis yang perlu mendapat perhatian serius. Heri Solehudin menjelaskan bahwa kontribusi Muhammadiyah selama lebih dari satu abad terutama dalam pendidikan dan kesehatan harus terus diperkuat melalui transformasi sosial dan digital.
“Kesejahteraan bangsa tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi. Kita harus melihat aspek sosial, budaya, pendidikan, dan spiritual secara menyeluruh. Muhammadiyah sudah memiliki modal besar, tinggal bagaimana memperluas inovasi dan memperkuat kolaborasi,” pungkasnya.



