Persyarikatan

Perkuat Sinergi Bangsa, PDM Kota Depok Hadiri Refleksi Akhir Tahun di Lemdiklat Polri

PDMDEPOK.COM – Menutup kalender dakwah tahun 2025 dengan semangat kolaborasi kebangsaan, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok menghadiri acara Refleksi Akhir Tahun dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Aula Utama Gedung Lemdiklat Polri, Ciputat, Selasa (30/12/2025).

Kehadiran delegasi PDM Kota Depok menjadi simbol penguatan sinergi antara organisasi kemasyarakatan Islam dengan institusi penegak hukum dalam menjaga stabilitas sosial, ketertiban, serta kemajuan umat dan bangsa. Acara tersebut diikuti oleh jajaran Majelis Tabligh serta para alumni Pendidikan Kader Mubaligh (PKM) PDM Kota Depok.

Sejumlah tokoh PDM Kota Depok yang hadir dalam agenda strategis tersebut di antaranya Dr. Jaja Nurjanah, MA. selaku Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Depok, Dedi Nurfalaq, S.Sos., M.M., Khairil Ikhsan Siregar, Lc., MA., Winda Agus Wulandari, S.Pd., M.H., Ibnu Salam, S.Pd., Muhammad Rizki, S.Pd., Ustaz Helmy Tri Rizki, serta Ustaz Nur Mukhowif.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Jaja Nurjanah, MA. menegaskan pentingnya revitalisasi peran masjid sebagai pusat peradaban umat. Menurutnya, masjid tidak boleh berhenti pada fungsi ritual semata, melainkan harus hadir sebagai ruang pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Masjid harus direvitalisasi fungsinya. Bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat peradaban dan kesejahteraan umat melalui Program Kerakyatan Berbasis Masjid,” ujar Dr. Jaja Nurjanah.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan arah kebijakan strategis Majelis Tabligh PP Muhammadiyah yang diproyeksikan menjadi pilar utama dakwah Muhammadiyah pada tahun 2026 dan seterusnya. Program ini menitikberatkan pada dua fokus utama, yakni pemberdayaan ekonomi dan sosial berbasis masjid serta penguatan peran intelektual dalam kehidupan umat.

“Melalui pemberdayaan ekonomi dan sosial, masjid diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan konkret yang dihadapi masyarakat. Selain itu, konsep Satu Masjid Satu Doktor menjadi ikhtiar untuk menghadirkan pendekatan dakwah yang lebih ilmiah, mencerahkan, dan kontekstual,” tambahnya.

Program Satu Masjid Satu Doktor dinilai sebagai langkah inovatif dalam mengintegrasikan peran akademisi dan intelektual dengan basis umat di tingkat akar rumput. Kehadiran para pakar di lingkungan masjid diharapkan dapat meningkatkan kualitas edukasi keagamaan dan sosial masyarakat secara berkelanjutan.

Partisipasi PDM Kota Depok dalam kegiatan di Lemdiklat Polri ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus bersinergi dengan berbagai elemen bangsa. Melalui kerja sama lintas institusi ini, Muhammadiyah Depok berharap peran mubaligh semakin kuat dalam mengawal moral bangsa, mencerdaskan masyarakat, serta mewujudkan kehidupan sosial yang aman, tertib, dan religius.

Related Articles

Back to top button