Milad ke 113 Muhammadiyah, Uhamka Berkontribusi dalam Sarasehan Kebangsaan di Kota Depok
PDMDEPOK.COM – Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) turut memberikan kontribusi penting dalam Sarasehan Kebangsaan Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Depok yang berlangsung di Aula BJB Cabang Kota Depok, Sabtu (15/11/2025).
Kegiatan yang mengangkat tema besar “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” ini menghadirkan Dosen Pascasarjana Uhamka, Dr. Heri Solehudin, MM, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Dr. Heri membahas secara komprehensif peran historis dan strategis Muhammadiyah dalam membangun kesejahteraan bangsa, mulai dari aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, hingga advokasi kebijakan publik. Ia menegaskan bahwa kontribusi Muhammadiyah selama lebih dari satu abad menjadi bagian penting dari perjalanan kemajuan Indonesia.

“Muhammadiyah sejak didirikan pada 18 November 1912 oleh K. H. Ahmad Dahlan selalu konsisten menghadirkan solusi atas persoalan bangsa melalui pendidikan, kesehatan, dan gerakan sosial,” ujar Dr. Heri.
“Gerakan Islam berkemajuan bukan hanya slogan, tetapi orientasi kerja nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.”
Dr. Heri menjelaskan bahwa salah satu pilar terbesar kontribusi Muhammadiyah adalah sektor pendidikan. Dengan lebih dari 13.000 sekolah dan 170 perguruan tinggi, termasuk Uhamka sendiri, Muhammadiyah telah membuka akses pendidikan yang luas dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Pendidikan Muhammadiyah tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi membentuk manusia berkarakter beriman, berilmu, dan berkemajuan. Inilah fondasi utama untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dan mengurangi kemiskinan,” ungkapnya.
Dr. Heri menekankan bahwa kehadiran sekolah dan kampus Muhammadiyah di banyak daerah turut mendorong ekosistem ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.
Dalam bidang kesehatan, Dr. Heri memaparkan peran besar rumah sakit dan klinik Muhammadiyah–‘Aisyiyah yang sudah mencapai lebih dari 120 rumah sakit dan ribuan klinik di Indonesia.
“Prinsip pelayanan kesehatan dan pendidikan Muhammadiyah adalah pelayanan untuk semua tanpa memandang suku, agama, atau status ekonomi. Ini merupakan bentuk nyata Islam rahmatan lil ‘alamin yang diwujudkan dalam layanan kesehatan berkualitas dan terjangkau,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Depok, Matridi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sarasehan Kebangsaan ini menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah untuk terus memperkuat peran strategisnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Matridi menekankan bahwa usia 113 tahun bukan hanya soal panjangnya sejarah, tetapi juga tentang kemampuan mempertahankan relevansi perjuangan Muhammadiyah di tengah dinamika zaman.
“Milad ke-113 ini mengingatkan kita bahwa Muhammadiyah lahir untuk memberi jawaban atas persoalan umat dan bangsa. Tugas itu belum selesai,” ujar Matridi.
Anggota DPRD Jawa Barat Hasbullah Rahmad menekankan bahwa tantangan pembangunan di Jawa Barat termasuk Depok tidak bisa dilepaskan dari kualitas pendidikan dan moderasi beragama.
“Muhammadiyah telah memberi kontribusi besar bagi pendidikan nasional. Kita harus memastikan kontribusi itu terus berkembang melalui inovasi dan kolaborasi,” ungkapnya.
Hasbullah juga mengajak Muhammadiyah menjadi benteng moderasi beragama dan penguatan nilai kebangsaan di tengah polarisasi sosial.
Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, memaparkan pentingnya peningkatan literasi politik masyarakat di era digital yang penuh distorsi informasi.
“Muhammadiyah memiliki peran penting sebagai penyejuk ruang publik. Dengan jaringan pendidikan dan dakwah yang begitu luas, Muhammadiyah bisa mendorong lahirnya warga negara yang kritis, rasional, dan tidak mudah terprovokasi oleh hoaks,” ungkapnya.



