Amal Usaha MuhammadiyahDinamika

139 Anggota Penghela HW SMA Muhammadiyah 4 Depok Dilantik

Iklan-Mu (Banner)

PDM DEPOK, PARUNGBINGUNG — Pagi itu, Kamis, 1 Oktober 2026, lapangan SMA Muhammadiyah 4 Depok menjadi saksi sebuah peristiwa yang mungkin akan dikenang oleh 135 murid kelas 10. Di bawah langit pagi, mereka berdiri tegak dalam barisan, mengenakan seragam Hizbul Wathan dengan wajah penuh kesungguhan. Hari itu bukan sekadar hari pelantikan. Ada janji yang akan diucapkan, ada identitas yang akan disandang, dan ada tanggung jawab baru yang mulai mereka emban.

Sebanyak 139 murid kelas 10 resmi dilantik menjadi Anggota Penghela Qabilah Ki Bagus Hadikusumo dan Qabilah Siti Bariah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah 4 Depok. Pelantikan yang diselenggarakan oleh Dewan Kerabat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Qabilah, Ramanda Hariyanto Sutan Kamil, yang juga menjabat sebagai Kepala SMA Muhammadiyah 4 Depok.

Di hadapan para guru, Penghela Taruna Melatih 1 dan 2, serta seluruh murid SMA Muhammadiyah 4 Depok, prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Ratusan pasang mata menyaksikan para anggota baru bersiap memasuki babak baru dalam perjalanan mereka sebagai Pandu Hizbul Wathan.

Sebuah Janji yang Lebih dari Sekadar Kata

Momen paling bermakna hadir ketika seluruh anggota baru mengucapkan Janji Pandu Hizbul Wathan. Dengan suara yang menggema di lapangan sekolah, mereka menyatakan kesanggupan untuk memegang teguh nilai-nilai kepanduan dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Janji itu menjadi pengingat bahwa menjadi seorang Pandu bukan hanya tentang mengikuti kegiatan, berbaris, atau mengenakan seragam. Lebih dari itu, ada komitmen untuk membangun karakter, menjaga kehormatan, melatih kemandirian, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.


Bagi 139 murid tersebut, janji yang diucapkan menjadi awal dari proses panjang pembentukan diri. Sebab, kepemimpinan tidak lahir hanya dari sebuah jabatan, melainkan dari kesediaan untuk bertanggung jawab, keteguhan memegang prinsip, dan keberanian melakukan hal yang benar.

Suasana semakin mengharukan ketika para guru mulai memasangkan hasduk kepada anggota Penghela yang baru dilantik. Satu per satu hasduk terpasang di leher mereka, disaksikan para Penghela Taruna Melatih 1 dan 2 serta seluruh murid yang hadir. Hasduk yang mungkin terlihat sederhana itu memiliki makna yang mendalam. Ia menjadi simbol kebanggaan, identitas, sekaligus pengingat akan janji yang telah diucapkan.

Di balik selembar kain yang melingkar di leher, tersimpan harapan agar setiap Pandu mampu menjaga nama baik Hizbul Wathan dan menunjukkan karakter kepanduan melalui perilaku nyata. Pemasangan hasduk oleh para guru juga menghadirkan pesan tentang pentingnya keteladanan dan proses kaderisasi. Para guru tidak hanya menjadi saksi pelantikan, tetapi juga bagian dari lingkungan pendidikan yang mendampingi tumbuhnya generasi penerus.

Mengenang Jenderal Soedirman, Meneladani Semangat Kepanduan

Dalam amanatnya, Ramanda Hariyanto Sutan Kamil menyampaikan rasa bangga kepada seluruh anggota baru Penghela. Ia mengingatkan bahwa seragam Hizbul Wathan yang mereka kenakan hari itu memiliki jejak sejarah dan nilai perjuangan yang patut dibanggakan. Ia mengajak para Pandu muda untuk mengenal dan meneladani Panglima Besar Jenderal Soedirman, tokoh bangsa yang merupakan kader Muhammadiyah dan pernah aktif dalam kepanduan Hizbul Wathan. 

Jenderal Soedirman tidak hanya dikenal sebagai panglima besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga sebagai sosok yang perjalanan hidupnya lekat dengan nilai kedisiplinan, keberanian, kesederhanaan, dan pengabdian. 

“Saya merasa bangga kepada seluruh anggota baru Penghela. Hari ini kalian mengenakan baju Hizbul Wathan dan hasduk. Ingat, baju HW dan hasduk yang kalian pakai bukan sekadar seragam, tetapi merupakan kebanggaan bagi seluruh Pandu Hizbul Wathan,” ungkapnya dalam amanat pelantikan. Ia kemudian mengajak para murid untuk menyadari bahwa seragam yang mereka kenakan hari itu juga pernah dikenakan oleh tokoh besar yang tumbuh melalui proses pendidikan kepanduan.

“Jenderal Soedirman adalah kader Muhammadiyah yang tumbuh di Hizbul Wathan. Beliau pernah memakai seragam yang sama dengan yang kalian pakai hari ini, baju HW dan hasduknya. Karena itu, kenakan seragam ini dengan bangga, jaga kehormatannya, dan teladani semangat perjuangannya.” 

Pesan tersebut mengandung harapan agar para anggota baru tidak berhenti pada kebanggaan mengenakan seragam, tetapi juga berusaha menumbuhkan nilai-nilai yang menjadi bagian dari perjalanan Jenderal Soedirman. Bahwa keberanian harus disertai tanggung jawab, kedisiplinan perlu diwujudkan dalam tindakan, dan kepemimpinan sejati harus berorientasi pada pengabdian.

Dari Pandu, Belajar Menjadi Pemimpin

Bagi SMA Muhammadiyah 4 Depok, Hizbul Wathan merupakan salah satu ruang pendidikan yang memberikan pengalaman belajar di luar kelas. Melalui kegiatan kepanduan, murid dilatih untuk mengenali potensi diri, bekerja sama, mengambil keputusan, menghadapi tantangan, dan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan. Kehadiran Penghela Taruna Melatih 1 dan 2 dalam prosesi pelantikan juga menjadi gambaran keberlanjutan kaderisasi.

Mereka yang lebih dahulu menjalani proses kepanduan diharapkan dapat menjadi teladan, pendamping, dan penggerak bagi anggota baru. Dalam semangat Islamic Leader School, SMA Muhammadiyah 4 Depok berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, kepemimpinan, dan kepekaan sosial.

Hizbul Wathan menjadi salah satu jalan untuk menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pengalaman yang nyata. Menjadi Penghela berarti bersedia mengambil peran lebih besar dalam kehidupan kepanduan. Ada kesempatan untuk belajar memimpin, tetapi juga ada kewajiban untuk mendengarkan. Ada ruang untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga ada tanggung jawab untuk menguatkan teman dan lingkungan. 

Karakter kepemimpinan semacam inilah yang diharapkan tumbuh dalam diri setiap anggota baru, sehingga mereka tidak hanya menjadi pemimpin dalam kegiatan kepanduan, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang membawa kebaikan di lingkungan keluarga, sekolah, persyarikatan, dan masyarakat. (websmam4depok)

Iklan-Mu (In Content)
Iklan-Mu (In Content)

Related Articles

Back to top button

https://dolanlink.com/

https://dolankumau88.com/

https://opalsaya88.com/

https://gokumania88.com/

https://gokunih.com/

https://opalkhusus01.org/

https://opalsaya89.com/

https://opalutama.com/

https://skwslot.net/

https://cairbos569.com/

https://cairbosjp.com/

https://caiboswild.com/

https://cairbos.net/