SD Muhammadiyah 3 Depok Gelar Workshop Sosialisasi KTR, Siapkan Siswa Jadi Peer Educator

PDMDEPOK.COM – SD Muhammadiyah 3 Depok menjadi salah satu sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan Workshop Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) untuk Peer Educator, Kamis–Jumat, 1–2 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Generasi Sehat Tanpa Rokok Kota Depok (De’GenSTAR) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Depok.
Kegiatan tersebut merupakan upaya mendukung program Pemerintah Kota Depok dalam mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sekaligus menumbuhkan kemampuan Murid sebagai pendidik sebaya (peer educator). SD Muhammadiyah 3 Depok tercantum sebagai salah satu sekolah sasaran kegiatan yang dijadwalkan pada 1–2 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Bekerja sama dengan Puskesmas Kemiri Muka dan MahaMurid Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI), Workshop ini memberikan pembekalan kepada Murid mengenai bahaya rokok, dampaknya terhadap kesehatan, kandungan zat berbahaya dalam rokok, serta keterampilan untuk menyampaikan pesan kesehatan dan menolak ajakan merokok. Dalam kerangka kegiatan Dinas Kesehatan Kota Depok, peserta juga diarahkan untuk menjadi penggerak lingkungan sekolah yang sehat dan bebas rokok.
Kepala SD Muhammadiyah 3 Depok, Bapak Mahfan S.Pd, menyambut baik pelaksanaan Workshop Sosialisasi KTR untuk Peer Educator tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen SD Muhammadiyah 3 Depok untuk terus membangun lingkungan pendidikan yang aman, bersih, nyaman, sehat, dan ramah anak.
“Kami menyambut baik kegiatan Workshop Sosialisasi KTR untuk Peer Educator ini. Bagi SD Muhammadiyah 3 Depok, menciptakan sekolah yang aman, bersih, nyaman dan ramah anak bukan hanya menjadi slogan, tetapi merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan lingkungan terbaik bagi tumbuh dan berkembangnya peserta didik,” ujar Mahfan.
Mahfan menambahkan, salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari asap dan aktivitas merokok.
“Sekolah harus menjadi tempat yang memberikan perlindungan kepada anak dari berbagai pengaruh yang dapat mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang mereka. Karena itu, lingkungan sekolah bebas rokok merupakan bagian penting dari upaya kami mewujudkan sekolah yang sehat dan ramah anak,” tambahnya.
Menurut Mahfan, keterlibatan Murid sebagai peer educator juga memiliki nilai strategis. Pesan tentang pola hidup sehat dan bahaya rokok diharapkan tidak hanya disampaikan oleh guru atau orang dewasa, tetapi juga dapat dikomunikasikan antarMurid melalui pendekatan teman sebaya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Depok, drg. Ihyani Nurdiena Marliamara, MKM, menekankan pentingnya pelaksanaan Workshop Sosialisasi KTR untuk Peer Educator bagi Murid SD, SMP, dan sederajat.
Ihyani menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Pemerintah Kota Depok dalam mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan Murid sebagai pendidik sebaya.
“Workshop Sosialisasi KTR untuk Peer Educator ini penting untuk membekali Murid agar memiliki pengetahuan tentang bahaya rokok sekaligus kemampuan untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada teman sebayanya. Dengan pendekatan peer educator, pesan pencegahan merokok dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih dekat, akrab, dan mudah diterima oleh anak-anak dan remaja,” ungkap Ihyani.
Ia juga menegaskan bahwa pembentukan pendidik sebaya di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi salah satu strategi untuk membangun budaya sekolah yang sehat dan mendukung terwujudnya Kawasan Tanpa Rokok.
Hal tersebut sejalan dengan Kerangka Acuan Kegiatan Dinas Kesehatan Kota Depok yang menempatkan peer educator sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah, yang diharapkan mampu menyebarkan informasi mengenai bahaya rokok dan memberikan pengaruh positif kepada teman sebaya.
Workshop dikemas secara interaktif sehingga Murid tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, pemutaran video, diskusi interaktif, permainan, refleksi, dan praktik.
Pada hari pertama, peserta mengikuti kegiatan Save Our Sosmed (Tim SOS), permainan “Siapa Dia”, pemutaran dan diskusi film, materi tentang rokok, dampak dan bahayanya, permainan kartu “Ada Apa di Balik Rokok?”, hingga permainan “Ular Tangga: Menolak Ajakan Merokok”. Kegiatan hari pertama ditutup dengan penyusunan komitmen individu.
Sementara pada hari kedua, peserta mendapatkan penguatan melalui EKS-BAR (Eksperimen Bahaya Asap Rokok), permainan Puzzle Tubuh Seorang Perokok, pemutaran Film Tar Experiment, serta penyusunan komitmen aksi GENSTAR.
Melalui berbagai metode tersebut, peserta diharapkan mampu memahami bahaya rokok sekaligus memiliki keberanian dan keterampilan untuk mengajak teman sebaya menerapkan pola hidup sehat.
Dinas Kesehatan Kota Depok dalam kerangka kegiatan menyebutkan bahwa edukasi melalui teman sebaya merupakan pendekatan yang penting karena anak-anak cenderung lebih mudah menerima pesan positif dari teman seusianya. Program pendidik sebaya juga diharapkan membantu mencegah munculnya perokok pemula dan membangun budaya sekolah yang sehat serta bebas rokok.
Bagi SD Muhammadiyah 3 Depok, kegiatan ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, nyaman dan ramah anak.
Melalui sinergi antara Dinas Kesehatan, sekolah, guru, dan Murid, gerakan sekolah bebas rokok diharapkan tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi menjadi budaya yang terus tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan lahirnya Murid-Murid yang memiliki pengetahuan, keberanian, dan kepedulian sebagai peer educator, SD Muhammadiyah 3 Depok turut mengambil bagian dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, serta mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungan sekolah dan masyarakat.



