Harmoni Budaya dan Religiusitas Santri Darul Arqam di Sawangan Baru

PDM DEPOK, Oleh: Hilma Soleha
Suasana Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Rawano Sawangan Baru, Senin pagi itu terasa berbeda. Diantara barisan peserta dan kekhidmatan prosesi sakral kemerdekaan, ada denyut nadi religiusitas yang kental. Nada-nada kebangsaan yang berkumandang bukan sekadar nyanyian melainkan representasi dari napas santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam yang dipercaya menjadi motor penggerak upacara.
Tahun ini, para santri Muhammadiyah Darul Arqam mendapat kepercayaan besar untuk mengemban tanggung jawab utama, mulai dari pemandu acara hingga pengisi harmoni kemerdekaan. Ketika waktu menunjukkan mulainya upacara, suasana khidmat langsung terbangun begitu mikrofon dinyalakan.
Hasna Amalia, santri kelas XII Madrasah Aliyah Muhammadiyah Darul Arqam, yang dipercaya memegang kendali sebagai Master of Ceremony (MC). Dengan suara yang jelas, tegas, namun tetap teduh. Hasna membacakan tiap susunan acara dengan tenang dihadapan ratusan pasang mata warga Sawangan Baru. Kedisiplinan pesantren tampak nyata membentuk mentalnya menjadi pribadi yang percaya diri dan bertanggung jawab dengan baik atas tugasnya.

Kejutan yang tidak kalah memukau datang dari Tim Paduan Suara. Diisi oleh kolaborasi kompak santri Madrasah Aliyah dari kelas X hingga kelas XII. Mereka berdiri tegak di bawah kibaran bendera merah putih. Ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hari merdeka mulai dinyanyikan, harmoni suara yang keluar begitu bertenaga. Penghayatan mereka semakin memuncak saat melantunkan lagu daerah Jawa Barat, Manuk Dadali. Ketukan nada yang rapih dan penuh semangat nasionalisme lokal berhasil membawa nuansa budaya yang kental, mengundang decak kagum dari seluruh peserta upacara.
Kekhusyuan upacara mencapai puncaknya menjelang akhir acara. Suasana seketika hening dan haru saat Ustadz Baharudin M. Izhar, M.Pd. Melangkah maju untuk memimpin doa. Untaian kalimat penuh harap yang beliau panjatkan tidak hanya penutup seremonial, tetapi meresap ke dalam sanubari peserta upacara sebagai pengingat akan syukur atas nikmat kemerdekaan.
Lurah Sawangan Baru, Yanti Heryanto, SE. MM. bersama jajaran tokoh masyarakat tokoh setempat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kontribusi luar biasa ini. Kehadiran keluarga besar Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam membuktikan bahwa santri tidak hanya cakap dalam urusan fikih, tetapi juga sangat siap terjun ke tengah masyarakat untuk mengabdi secara nasionalis.

Melalui lantunan suara Hasna sebagai MC, harmoni lagu nasional dan lagu daerah dari Tim Padus santri kelas X sampai XII, hingga keteduhan doa Ustaz Baharudin M. Izhar, Darul Arqam telah menunjukan wajah santri modern yaitu bersikap religius, disiplin dan mencintai Tanah Air dengan sepenuh hati. Napas perjuangan para pahlawan kini bersambung dalam khidmah nyata mereka untuk Indonesia.



