Ketua Umum PPNA: Muktamar Sebagai Peneguhan Niat Berjuang

PDM DEPOK, SURAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), Ariati Dina Puspitasari, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa Muktamar Ke-15 Nasyiatul Aisyiyah (NA) memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar forum pemilihan kepemimpinan baru organisasi, Jumat (7/8).
“Muktamar bukan hanya memilih kepemimpinan baru, jauh lebih dalam, Muktamar adalah ruang untuk meneguhkan niat dan alasan mengapa kami ada di NA, serta meneruskan estafet perjuangan,” ujar Ariati dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar yang mengangkat tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan” tersebut.
Ia mengajak seluruh kader untuk merenungkan kembali kontribusi diri sebagai bagian dari Islam bagi keluarga, bangsa, dan agama, sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Menurut dia, momentum Muktamar adalah saat yang tepat bagi setiap kader untuk bertanya kepada diri sendiri, “sebagai putri islam telah memberi manfaat bagi keluarga, bangsa, dan agama sebagai yang tercantum dalam AD dan ART.”

Tegaskan Nilai Kepemimpinan
Dalam kesempatan yang sama, Ariati tidak menutupi bahwa perjalanan kepemimpinan NA selama empat tahun terakhir bukanlah proses yang mudah dan sempurna.
“Empat tahun bukan perjalanan yang mudah dan sempurna, ada keputusan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan, ada program yang belum berhasil, namun kepemimpinan di NA bukan hanya menghadirkan kesempurnaan, tetapi menjaga agar organisasi berjalan di atas nilai-nilai yang benar, ini tentang terus melangkah meskipun langkah itu terasa berat,” tuturnya.
Ia menegaskan, di tengah berbagai tantangan tersebut, NA memilih untuk terus hadir dan mengambil peran aktif, bukan menjadi pengamat pasif.
“NA tidak memilih menjadi penonton sejarah, memilih hadir menguatkan putri-putri Aisyiyah dan keluarga muda dalam program-program kami,” katanya.
Menutup sambutannya, Ariati menyampaikan pesan bahwa pergantian kepemimpinan yang menjadi agenda Muktamar hanyalah soal amanah dan posisi, bukan soal loyalitas dan kecintaan kader terhadap Persyarikatan.
“Yang berganti hanya amanah dan posisi, tetapi rasa cinta kami kepada Muhammadiyah tidak pernah berubah,” tegasnya, sembari mengajak seluruh kader menyongsong Muktamar Muhammadiyah ke-15 dan memasuki abad kedua persyarikatan dengan semangat baru.
Sambutan Ariati Dina Puspitasari menjadi salah satu momen reflektif dalam rangkaian pembukaan Muktamar Ke-15 NA yang turut dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan ribuan kader NA dari seluruh Indonesia. (ris)



