Integritas dan Kualitas Moral Menjadi Kunci Kemajuan Bangsa

PDM DEPOK, JAKARTA – Penguatan Integritas dan kualitas moral merupakan kunci dalam menjawab berbagai persoalan keumatan,kebangsaan dan kenegaraan.
Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq Mughni, pada Ahad (26/7) dalam Sesi Tukar Pikiran tentang Isu-Isu Keumatan, Kebangsaan, dan Kenegaraan dengan Perwakilan Ormas-Ormas Islam dalam rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII tahun 2026 yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.
Tantangan umat islam saat ini tidak lagi berada pada persoalan mentalitas minoritas (minority mentality). Perhatian utama kini adalah memperjelas peran strategis umat islam dalam Pembangunan bangsa.
“Apabila pada masa silam umat sering dihadapkan pada mentalitas minoritas (minority mentality), maka fokus utama saat ini adalah memperjelas peran strategis umat islam dalam Pembangunan bangsa,” ungkap Syafiq.
Berbagai tantangan keumatan dan kebangsaan yang dihadapi Indonesia saat ini berakar pada krisis integritas dan kejujuran. Kondisi tersebut terlihat dari masih tingginya tingkat korupsi berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi, rendahnya tingkat kejujuran berdasarkan berbagai survei sosial, hingga maraknya pelanggaran integritas akademik, seperti plagiarisme karya ilmiah dan praktik kecurangan dalam ujian di lingkungan perguruan tinggi.
Menyikapi kondisi tersebut, Syafiq mendorong agar pembangunan umat tidak lagi berorientasi pada aspek kuantitas semata, tetapi lebih diarahkan pada peningkatan kualitas moral dan akhlak.
Syafiq juga menyampaikan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus berkembang, tetapi moral dan akhlak tidak selalu mengalami perkembangan yang sama. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya yang dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat karakter umat dan bangsa.
“Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi pasti akan terus mengalami akumulasi kemajuan, teapi moral dan akhlak bersifat fluktuatif. Maka diperlukan gerakan yang berkelanjutan (sustainable) untuk memperbaiki moral dan akhlak umat serta bangsa,” tegas Syafiq.
Melalui penguatan integritas dan kualitas akhlak harapannya umat Islam Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan cita-cita bangsa yakni menjadi bangsa yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. (taufik)



