
PDM DEPOK, TANGSEL – Dalam rangka menyambut Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah, Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah menggelar acara spesial, yakni Orasi Kebangsaan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah sekaligus Penyerahan Kartu Pers Khusus untuk Ketua PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir MSi. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (13/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPI PP Muhammadiyah Prof Muchlas menyampaikan dua hal pokok. Pertama, terkait Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah. Menurut dia, Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah bukanlah sesuatu yang ujuk-ujuk.
Hal ini berangkat dari sebuah kesadaran bahwa Muhammadiyah sejak awal berdirinya memiliki ekosistem media yang besar. “Sejak masa awal berdirinya muh, pers telah menjadi bagian yang tak terpisahkan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, jika dilihat sejarahnya, pers dan literasi merupakan bagian tradisi intelektual Muhammadiyah yang mencerahkan. Kesadaran ini tumbuh melalui kekuatan gagasan, budaya membaca, menulis.
Sehingga, ujarnya, pada tahun 2024, MPI PP Muhammadiyah mengusulkan Hari Pers Muhammadiyah. “Yang kemudian disempurnakan oleh Pak Haedar menjadi Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah yang diperingati setiap tanggal 13 Agustus.” ujarnya.
Muchlas juga berharap tradisi literasi bangsa ini semakin baik dengan tumbuhnya budaya media yang sehat. “Kita butuh pers yang kuat, media yang sehat, dan mencerdaskan masyarakat,” ungkapnya.
Muchlas juga menjelaskan kegiatan ini menjadi momentum spesial dengan adanya penyerahan kartu wartawan khusus kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. “Selama ini, publik mengenal Pak Haedar sebagai ketum dan cendekiawan. Padahal, sejak mahasiswa dan sampai sekarang, beliau beraktivitas sebagai jurnalis,” ujarnya.
Dia menceritakan, penyerahan kartu wartawan khusus ini merupakan hasil perjalanan panjang. Sampai akhirnya pada Maret 2026, kartu wartawan utama khusus disetujui oleh Dewan Pers. “Ini merupakan bentuk pengakuan atas perjalanan jurnalistik yang panjang. Ini juga pengakuan terhadap konsistensi dalam jurnalisik selama puluhan tahun, yang dilalui Pak Haedar,” ungkapnya.
Dia berharap ini menjadi inspirasi bagi generasi muda dan para pegiat media afiliasimu. “Semoga hari pers tidak berhenti peringatan, tapi menjadi gerakan pencerdasan ruang publik yang sehat, menyemai nilai-nilai Islam, dan semangat kebangsaan,” tutupnya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, seperti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, sejumlah jajaran PP Muhammadiyah dan Rektor Universitas Muhammadiyah. (soleh)



