Haedar Nashir: Muktamar Nasyiatul Aisyiyah Harus Jadi Ruang Musyawarah dan Proyeksi Masa Depan

PDM DEPOK, SURAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., menyampaikan empat pesan utama kepada seluruh kader dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar Ke-15 Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”, Jumat (7/8).
Pesan pertama, Haedar menekankan pentingnya Muktamar sebagai forum musyawarah yang berlandaskan ilmu dan kebijaksanaan.
“Muktamar kita harus menjadi tempat untuk bermusyawarah penuh kebijaksanaan, kecerdasan, dan ilmu yang mencukupi ‘bil ilmi wal hikmah’ ditengah kondisi negeri yang mementingkan kepentingan individualis dan liberalisme,” ujarnya.
Haedar mengajak agenda Muktamar ini dijadikan sebagai wahana memperkuat silaturahmi dan persaudaraan antarkader. “Menjadikan muktamar menjadi arena dan wahana memperkuat silaturahmi kita, dan ikatan persaudaraan yang autentik yang disamakan oleh ideologi berMuhammadiyah dimana ikatan itu dasarnya kasih sayang,” lanjutnya.
Selain itu, Haedar mendorong agar Muktamar menjadi ruang untuk menjaga komitmen terhadap nilai-nilai pemikiran NA yang telah hidup sejak awal berdirinya organisasi.
“Menjadi tempat berkomitmen dan bersejarah pada pemikiran-pemikiran NA yang hidup dari awal berdiri sampai saat ini hingga masa depan. Kita punya nilai ‘Value’ yang harus terus menerus kita perjuangkan dan menjaganya,” ujarnya.
Keempat, ia mengajak seluruh kader menjadikan Muktamar sebagai forum proyeksi arah gerak Nasyiah untuk beberapa dekade ke depan.
“Jadikan muktamar sebagai wasilah dan tempat forum proyeksi kita kedepan mau apa. Proyeksi 5, 10, 30, dan 50 tahun kedepan Nasyiah mau seperti apa, berperan seperti apa bagi umat dan semesta,” katanya.
Muktamar dengan Gembira
Dalam kesempatan tersebut, Haedar Nashir turut berpesan agar seluruh kader menjalani rangkaian Muktamar dengan semangat gembira dan bahagia.
“Hadapi, sikapi, dan ambil dengan semangat yang tetap gembira dan bahagia dalam ber Muktamar. Dengan kegembiraan dan kebahagiaan kita akan menjalaninya jadi ringat seberat apapun hal yang kita hadapi,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan panjang NA sejak awal berdirinya harus terus dilandasi kekuatan rohani dan moral kader.
“Perempuan muda berkemajuan harus memiliki kekuatan rohani dan moral. Jadikan iman dan taqwa sebagai landasan. Dengan kekuatan tersebut Nasyiah akan mampu menggerakkan perempuan muda berkemajuan menuju peradaban yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Usai sambutan tersebut, Muktamar Ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi dibuka oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dilanjutkan dengan penampilan hiburan dari Sulis membawakan lagu “Cinta Rasul”. (ris/s)



