Dinamika

Wujudkan Teologi Al-Ma’un, Mahasiswa Uhamka Berdayakan Kaum Dhuafa

PDM DEPOK – Mengacu pada semangat kepedulian sosial yang diajarkan dalam Teologi Al-Ma’un, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka) melakukan aksi nyata pemberdayaan kaum dhuafa di wilayah Jakarta Timur.

Kegiatan ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan bentuk implementasi nilai kemanusiaan untuk mengasah empati dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang membutuhkan. Salah satu sosok yang menjadi fokus pemberdayaan kali ini adalah Nenek Tuni, seorang lansia yang bertahan hidup di tengah keterbatasan.

Sosok Inspiratif di Tengah Keterbatasan

Perjalanan mahasiswa dimulai dengan menyusuri pemukiman di Jakarta Timur untuk mencari keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, tim mahasiswa bertemu dengan Nek Tuni.

Kondisi Nek Tuni sangat memprihatinkan. Di usia senjanya, ia harus berjuang melawan berbagai keluhan kesehatan seperti nyeri punggung dan lutut yang seringkali membuatnya sulit berjalan. Secara ekonomi, Nek Tuni bergantung pada hasil jualan mainan anak-anak dengan penghasilan yang tidak menentu. Ia tinggal bersama anak keduanya yang juga tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Sering sakit punggung nenek, lutut juga sering kambuh sampai tidak bisa jalan. Untuk makan pun, kadang nenek harus memakan sisa makanan dari hari sebelumnya,” ungkap Nek Tuni dengan nada lirih saat dikunjungi mahasiswa.

Penggalangan Dana hingga Penyaluran

Melihat kondisi tersebut, kelompok mahasiswa bergerak cepat dengan melakukan langkah-langkah sistematis:

  1. Survei & Assessment: Mengunjungi kediaman Nek Tuni untuk mendata kebutuhan mendesak, terutama aspek kesehatan dan pangan.
  2. Kampanye Digital: Membuat pamflet donasi yang disebarkan melalui media sosial untuk menggalang kepedulian publik.
  3. Penyaluran Bantuan: Dalam waktu tiga minggu, terkumpul donasi sebesar Rp1.000.000.

Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk bahan pangan pokok (sembako) dan uang tunai yang dikhususkan untuk biaya pengobatan serta pemeriksaan kesehatan Nek Tuni.

Harapan untuk Keberlanjutan

Meski jumlah yang terkumpul mungkin terlihat sederhana, bagi Nek Tuni bantuan ini adalah secercah harapan di tengah himpitan ekonomi. Kelompok mahasiswa penyelenggara berharap aksi ini dapat memicu gelombang kebaikan yang lebih besar di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

“Kami berharap hasil pemberdayaan ini dapat bermanfaat bagi Nek Tuni dan menginspirasi banyak orang untuk tidak menutup mata terhadap kondisi sekitar. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berjalan secara konsisten setiap tahunnya,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa PGSD Uhamka.

Melalui aksi ini, mahasiswa PGSD Uhamka telah membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengabdian nyata yang menyentuh hati masyarakat.

Related Articles

Back to top button