Sekretaris MPI PDM Depok Ajak Kader IMM Melek Literasi

PDM Depok, Jagakarsa – Fenomena dakwah Islam di ruang digital menjadi topik yang diangkat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jakarta Timur dalam kegiatan perkaderan atau Darul Arqam Madya (DAM), Jumat (25/7/2025). Era clipper, di mana informasi disampaikan dalam bentuk video-video pendek (short videos), diusung menjadi sebuah keresahan dan refleksi bersama atas kondisi yang dihadapi umat Islam saat ini.
Untuk membekali para peserta dengan kemampuan literasi media, IMM Jakarta Timur memberikan materi Media Massa dan Komunikasi di Era Digital. Materi ini disampaikan oleh Ahmad Soleh, sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kota Depok. Soleh membuka diskusi dengan merefleksi kondisi literasi media masyarakat di Indonesia saat ini.
“Yang kita hadapi saat ini, masyarakat kita adalah pembaca yang malas,” ujarnya. Dia menjelaskan, pembaca yang malas lahir dari kebiasaan membaca dan menyimak konten setengah-setengah. Kondisi ini karena masyarakat sudah terpapar media sosial, yang tanpa disadari membuat otak cepat lelah ketika membaca tulisan yang agak panjang.
Media sosial memiliki andil besar melemahkan kemampuan berpikir otak. Bahkan, para peneliti menyebutkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi konten di media sosial dapat membuat seseorang mengalami brain rot atau pembusukan otak. “Inilah yang membuat kita sulit berpikir ilmiah dan sistematis, karena terbiasa dengan informasi pendek-pendek, yang ditambah lagi tidak jelas sumbernya,” ungkapnya.
Soleh menjelaskan, media massa konvensional adalah salah satu sumber kredibel untuk mendapatkan informasi yang valid. Namun, tak dimungkiri juga ada media massa yang tidak memiliki kredibilitas. “Fenomena yang terjadi di media massa juga membuat kita bertanya-tanya, apalagi ketika ada media massa yang mengutip dari media sosial secara serampangan, tanpa konfirmasi langsung kepada narasumber,” ujar mahasiswa Uhamka tersebut.
Untuk menghadapi kondisi demikian, Soleh berpesan agar para kader IMM bisa menjadi pembaca yang cerdas, kritis, dan mampu mencerna informasi dengan baik. “Secara individu, kita harus menguatkan fondasi literasi dengan banyak membaca buku, jurnal, atau media massa yang kredibel, lalu PR-nya secara kolektif apa yang bisa kita lakukan?” ungkapnya.



