PDM DEPOK, BOJONGSARI – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bojongsari (PCM Bojongsari) selenggarakan Groundbreaking Pembangunan Masjid At-Tanwir dan Gedung Dakwah Muhammadiyah Bojongsari di Kavling Pertamina, RT/RW: 002/005, Kel. Curug, Kec. Bojongsari, Kota Depok, Minggu 10 Maret 2024. Groundbreaking Masjid At-Tanwir dan Gedung Dakwah dilaksanakan di atas tanah wakaf Muhammadiyah Cabang Bojongsari yang proses pembelian tanah mulai dilaksanakan pada 22 Desember 2023 lalu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut dari unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok (PDM Depok), antara lain Ketua PDM Depok H. Ali Wartadinata, Sekretaris PDM Depok Dr. Muhtadin Tyas, MM, dan Bendahara PDM Depok H. Idrus Yahya. Selain itu, hadir juga dari unsur pemerintahan, Camat Bojongsari Rijal Farhan, S.Ip, Lurah Curug, RW dan RT, dan beberapa unsur pemerintahan lainnya. Sementara dari pimpinan AUM, hadir Prof. Dr. Gunawan Suryoputro., M.Hum., Rektor UHAMKA. Unsur lainnya, hadir juga Pimpinan Yayasan Salsabil, Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-Kecamatan Bojongsari, serta warga Muhammadiyah dan simpatisan lainnya.

“Kegiat Groundbreaking ini menjadi langkah awal dakwah Muhammadiyah sebagai Islam berkemajuan di Kecamatan Bojongsari dan sekitarnya. Semoga dengan hadirnya Masjid dan Gedung Dakwah, dakwah Muhammadiyah akan semakin terasa di tengah-tengah masyarakat Bojongsari dan sekitarnya,” uangkap Dr. Zamah Sari, M.Ag., Ketua PCM Bojongsari di tengah-tengah menyampaikan sambutannya.

Menurut Buya Zamah, panggilan akrab Zamah Sari, Masjid dan Gedung Dakwah ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak, yaitu warga Muhammadiyah, simpatisan dan donatur dari Timur Tengah melalui Yayasan Salsabil.

“Untuk pengadaan dan pembelian tanah, ini hasil gotong-royong wakaf melalui uang warga Persyarikatan Muhammadiyah yang hingga kini sudah mencapai Rp 350-an juta dan masih kurang banyak. Karena PCM Bojongsari harus bayar Rp 1 M untuk tanah 500 m ini dan pengurusan izin sekitar Rp 100 jutaan. Untuk bangun masjid dua lantai, alhamdulillah kita dapat donatur dari Timur Tengah melalui Yayasan Salsabil dengan nilai donasi kurang lebih Rp 1.010.000.000 (satu miliar sepuluh juta),” tambah Zamah Sari.

Zamah Sari menyampaikan banyak terimakasih kepada berbagai pihak yang telah rela mendonasikan hartanya untuk pembangunan Masjid dan Gedung Dakwah Muhammadiyah Bojongsari. Menurut dia, dakwah kolaborasi seperti ini harus terus diupayakan.

Apa yang disampaikan Buya Zamah mendapatkan respons positif dari Camat Bojongsari bahwa pihak kecamatan sangat mendukung dakwah Muhammadiyah di Bojongsari. Karena keberadaan Muhammadiyah bisa dipastikan akan mampu mendukung program-program pemerintah.

“Saya ikut mewakafkan uang untuk Pembelian Tanah serta Pembangunan Masjid dan Gedung Dakwah Muhammadiyah sebesar Rp 5.000.000. Semoga ini bermanfaat untuk warga Muhammadiyah,” ungkap Camat Bojongsari, sembari menyerahkan uang tunai ke Ketua PCM Bojongsari, dengan diikuti sorak sorai hadirin, sebagai bentuk dukungan nyata untuk Muhammadiyah.

Terkait pemberian donasi dari Camat Bojongsari, Rektor UHAMKA memberikan respons positif bahwa seluruh hibah yang diberikan ke Muhammadiyah akan bertumbuh signifikan. Karena Hal tersebut menjadi salah satu ciri warga Muhammadiyah dalam hal menjaga amanah dari para donatur.

“Bila hibah yang diberikan ke Muhammadiyah senilai Rp 1 juta, hibah tersebut akan bertumbuh jadi Rp 100 juta, dan seterusnya. Itulah, ciri keamanahan Muhammadiyah,” ungkap Prof. Dr. Gunawan Suryoputro., M.Hum., Rektor UHAMKA pada saat memberikan sambutan.

Apa yang disampaikan oleh Prof. Dr. Gunawan Suryoputro., M.Hum., sangat disetujui oleh Hamli Syaifullah, M.Si., Ketua Panitia Pengadaan Wakaf Melalui uang untuk pembelian tanah masjid dan gedung Muhammadiyah Bojongsari, yang sekaligus juga sebagai Wakil Ketua PCM Bojongsari. Menurutnya, awalnya hanya tanah 500 m dan saat ini sudah mulai proses pembangunan Masjid dan Gedung. Luas tanah tersebut, mungkin akan terus bertambah.

“Maka dari itu, para muhsinin silahkan titipkan wakaf, infak, dan zakat ke kami untuk menggerakkan aset dakwah Muhammadiyah di Bojongsari. Saat ini, untuk pembelian dan pengurusan surat-surat tanah masih butuh sekitar Rp 800-an hingga Rp 900-an juta. Untuk bangunan masjid sudah ada donatur dari Timur Tengah. Sedangkan yang belum ada donatur ialah untuk biaya pembangunan toilet, paving halaman, pagar, dan biaya operasional lainnya,” ungkap Hamli, yang juga sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Hamli menambahkan bahwa bila ada donatur yg hendak berdonasi, silakan langsung ditransfer ke No. Rek. 7253269547, An. KL LazisMu PCM Bojongsari. Kemudian tanda bukti transfer konfirmasi ke Bendahara KL LazisMu PCM Bojongsari (085288865056, Dondri). Hamli memastikan bahwa seluruh pemasukan dan pengeluaran tercatat rapi sebagai bentuk akuntabilitas panitia serta keamanahan lembaga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini