Pembentukan pandu digital antara Kominfo dan MPI PP Muhammadiyah
Makroen (Kedua dari Kanan) dan para pembicara lainnya

PDM DEPOK – Ruang pertemuan Masjid At-tanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendadak riuh, saat Indriyatno Banyumurti, narasumber Pelatihan dan Pembentukan Pandu Digital Sektor Pendidikan, menunjukkan berapa banyak peserta pelatihan yang terjebak oleh link dan QRCode yang ditampilkan di layar, mengakibatkan data pribadi para peserta terambil oleh Banyu di gawainya.

Banyu, Direktur ICT Watch yang juga Pandu Digital Utama Kominfo memang mempraktekkan bagaimana mudahnya data pribadi kita bocor dan diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan hanya satu ketukan, data seperti akses lokasi, akses kamera, akses suara, dan akses teknis perangkat, berpindah tangan. 

“Phising dan Scam menjadi masalah yang krusial di negara kita”, kata Banyu. Ia menjelaskan 5 modus utama scam yang banyak terjadi: peretasan akun, impersonisasi, penjual palsu, lowongan kerja palsu, dan modus percintaan. 

Co-Founder dan Dewan Pembina Relawan TIK Indonesia ini menyampaikan pentingnya untuk menjaga privasi. “Buat password yang kuat, aktifkan two factor authentication, hati-hati saat menggunakan wifi di tempat publik”, pesan Banyu. (mrf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini